Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Adakah Makan Siang Gratis?'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 15 November 2023 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Adakah Makan Siang Gratis?' (freepik)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Adakah Makan Siang Gratis?' (freepik)

Terpantau.com – Mulai lagi yuk dengan novel terbaru. Masih novel Siwi Susilaningsih. Berbeda dengan novel penagraf, pada novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya. Dengan tokoh utama Eve, Erwin dan Ryan.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Interaksi Mesra Saat Promosi Dracin Story of Kunning Palace, Bai Lu dan Zhang Linghe Diduga Masih Berkencan

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 3. Cakrawala Baru.

Baca Juga: Dua Dracin yang Dibintangi Bai Lu, Only For Love Bersama Dylan Wang Dan Story of Kunning Palace Tayang Bersamaan, Fans Bai Lu Kesal.

Episode 70. Apakah Ada makan Siang Gratis?

Pukul 08.00, Erwin sudah menunggu di depan lift lantai kamarku, setelah sebelumnya di memberitahuku via WA kalau dia menunggu di depan lift. Agak random juga sih, tapi ya sudahlah. Karena sebenarnya aku bisa ke tempat parkir sendiri atau bahkan pergi ke sekolah sendiri. Kehadiran Erwin kuanggap berkah sajalah. Tapi kembali aku gamang, nanti kalau dia ikut wawancara bagaimana? Aku tidak akan malu kalau aku akan menawar dengan tim pewawancara, juga tidak akan malu dengan kondisi keuanganku. Tapi kalau Erwin berbuat diluar tanggungjawabnya bagaimana? Kembali aku sedikit lemas.

Baca Juga: Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian

Begitu melihat aku, Erwin menekan tombol lift itu dan pintu terbuka. Kami masuk lift dan kemudian menuju tempat parkir. Jarak apartemen hotel ke sekolah itu tidak terlalu jauh sebenarnya, kalau aku sendiri pasti akan menuju kesana dengan berjalan kaki. Tepat pukul 08.15 kami sudah sampai di tempat wawancara, tapi Erwin mesti mencari tempat parkir dulu. Dia menyilakan aku untuk turun dulu, siapa tahu antrian panjang. Dia berpesan untuk disediakan satu kursi kosong. Aku menurut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X