Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 3 Januari 2024 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang' (pixabay.com)
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang' (pixabay.com)

Terpantau.comNovel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Safari di Jepara, Calon Presiden Ganjar Pranowo Mampir ke Salah Satu Kelenteng Tertua, Hian Thian Siang Tee

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Mahfud MD Teladani Bung Hatta dan Konsep Dwi Tunggal

Episode 122. Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang

Masih pagi ketika aku tiba di penginapan tempat biasa aku menginap. Pengelola penginapan ini sudah akrab denganku, jadi aku diberi dispensasi untuk dapat check in sebelum pukul 14.00 tanpa tambahan biaya. Karena perjalanan ini melelahkan, akupun memutuskan untuk tidur dulu, menghimpun tenaga. Alex nanti akan datang kesini, sepulang dari sekolah, kira-kira pukul 12.00. Jadi aku banyak punya waktu untuk sampai pada jam itu. Malamnya aku ada janjian dengan Melania untuk bertemu di mall terdekat. Mungkin bareng Ryan juga.

Baca Juga: Ini Perbedaan Antara Chocolatier dan Chocolate Maker, Profesi Menjanjikan yang Minim Peminat Di Negara Penghasil Kakao Terbesar Ketiga Di Dunia

Aku terbangun kira-kira pukul 07.00. Setelah membereskan diri,akupun keluar mencari makan pagi karena di penginapan ini tidak menyiapkan sarapan pagi. Berjalan menyusuri trotoar sepanjang jalan protokol di wilayah Jogja ini membuatku kembali mengenang banyak peristiwa. Terlebih lagi ketika melewati bagian depan sekolah Alex. Ingatan itu berlari kembali ke jalan protokol di kota asalku, ketika aku tiap hari mlewatinya. Melewati rumah Riduan yang berada di tepi jalan itu. Memori itu seperti berlari pelan, melambai-lambai padaku untuk dikenang. Tanpa sadar aku berucap lirih, ”Riduan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X