Terpantau.com – Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.
Episode 122. Sepanjang Jalan yang Mampu Kukenang
Masih pagi ketika aku tiba di penginapan tempat biasa aku menginap. Pengelola penginapan ini sudah akrab denganku, jadi aku diberi dispensasi untuk dapat check in sebelum pukul 14.00 tanpa tambahan biaya. Karena perjalanan ini melelahkan, akupun memutuskan untuk tidur dulu, menghimpun tenaga. Alex nanti akan datang kesini, sepulang dari sekolah, kira-kira pukul 12.00. Jadi aku banyak punya waktu untuk sampai pada jam itu. Malamnya aku ada janjian dengan Melania untuk bertemu di mall terdekat. Mungkin bareng Ryan juga.
Aku terbangun kira-kira pukul 07.00. Setelah membereskan diri,akupun keluar mencari makan pagi karena di penginapan ini tidak menyiapkan sarapan pagi. Berjalan menyusuri trotoar sepanjang jalan protokol di wilayah Jogja ini membuatku kembali mengenang banyak peristiwa. Terlebih lagi ketika melewati bagian depan sekolah Alex. Ingatan itu berlari kembali ke jalan protokol di kota asalku, ketika aku tiap hari mlewatinya. Melewati rumah Riduan yang berada di tepi jalan itu. Memori itu seperti berlari pelan, melambai-lambai padaku untuk dikenang. Tanpa sadar aku berucap lirih, ”Riduan.”
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Perempuan Cantik Bernama Liesye'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Pohon Trembesi, Kejayaan Erwin yang Buatku Ciut'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Ketakutan Karena Alasan yang Tak Jelas'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Penjelajahan Dunia Maya'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Kode Tersembunyi Di Balik Secangkir Teh Lemon Balm Dari Erwin'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Tidak Goyah, Uang Kembali'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Selain Pikiranku, Hariku Pun Ikutan Sibuk'