Seperti pagi ini, aku memasak nasi goreng dengan kerupuk udang yang dibeli Yu Dariah dari pasar. Ditambah sambal Laoganma yang dibawakan Alex kemarin dari Yogya. Teh hangat lemon balm menambah syahdunya suasana. Selesai ritual sarapan pagi, aku memakai sepatu boot karet-ku untuk menuju kebun, melihat bagaimana perkembangan pohon-pohon yang telah kutanam. Semua dalam kondisi baik, baik amarilis, kenanga maupun mawar. Dari situ kutengok tanaman sayuran Kang Somad. Ada terong yang bisa dipanen. Aku panen dua biji. Aku berencana untuk membuatnya balado, atau terong kecap. Dengan lauk tempe goreng cukuplah protein untuk asupan makan siangku. Sekembali aku dari kebun. Kang Somad membawa sesisir pisang tanduk. “Hasil panenan Pak Joko Bu, “ katanya. Wah aku senang sekali. Bisa kubuat pisang goreng untuk snack sore dan dikukus besuk pagi untuk sarapan.
SDS.31.1.24
Sampai berjumpa pada episode selanjutnya Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih. ***
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'The Big Boss Erwin'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Ganti Haluan, Wisata Edukasi Dulu'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Langit-langit Kamar yang Penuh Gambar'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Menu Baru yang Menggugah Selera'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Menghabiskan Malam Sendiri'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Adalagi Ide Gila Melania'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Selalu Ada yang Baru dan Seru Disitu'