Ishtar dan Disappearing Message, Sebuah Pentigraf Sebagai Bacaan Ringan Di Hari Valentine

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 4 Februari 2024 | 09:00 WIB
Ishtar dan Disappearing Message, Sebuah Pentigraf Sebagai Bacaan Ringan Di Hari Valentine
Ishtar dan Disappearing Message, Sebuah Pentigraf Sebagai Bacaan Ringan Di Hari Valentine

Terpantau.com - Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf dan termasuk flash fiction atau fiksi singkat. Adalah Dr. Tengsoe Thahjono yang menemukan pentigraf. 

Pentigraf ditemukan oleh seorang sastrawan dan akademikus dari Universitas Semarang (UNESA) yang bernama Drs. Tengsoe Tjahjono. Tentunya kita sangat bangga sekali karena penemu Pentigraf sendiri adalah orang Indonesia.

Dosen UNESA (Universitas Negeri Surabaya) ini juga pernah menjadi dosen tamu di fakultas bahasa dan sastra Indonesia di Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan.

Menurut Tengsoe Tjahjono, pentigraf yang baik itu maksimal terdiri dari 210 kata dalam ketiga paragrafnya. Jadi, kalau dirata-rata tercantum 70 kata dalam satu paragraf.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Seperti Terkena Aliran Listrik'

Walau terdiri dari tiga paragraf, namun pentigraf harus mengandung unsur sebuah cerpen yaitu unsur tokoh, alur cerita, setting, konflik dan penyelesaian masalah.

Pentigraf merupakan akronim dari pen (=cerpen), ti (=tiga), graf (=paragraf). Jadi Pentigraf adalah kependekan dari Cerpen Tiga Paragraf. Artinya dalam model cerita ini terdapat tiga paragraf yang telah mencakup berbagai aspek cerita.

Dengan kata lain Pentigraf adalah salah satu cerita pendek yang berjumlah tiga paragraf dan memiliki alur singkat. 

Meksipun hanya terdiri dari tiga paragraf, bukan berarti dalam setiap paragraftnya berisi banyak kalimat.

Baca Juga: Benarkah Aphrodite, Dewi Kecantikan Simbol Valentine Ini Berperan Dalam Perang Troya? Bagaimana Kisahnya?

Menulis Pentigraf seperti sebuah tantangan tersendiri untuk kita yang sudah terbiasa menulis cerpen dua hingga empat halaman, sedangkan menulis Pentigraf hanya membutuhkan tiga paragraf saja dari awal hingga akhir.

Pentigraf ini sangat cocok untuk pemula yang akan belajar menulis.

Menurut Drs. Tengsoe Tjahjono, Pentigraf adalah karya fiksi. Pentigraf merupakan karya sastra. Hakikat fiksionalitas melekat pada diri Pentigraf. 

Mari kita baca salah satu pentigraf yang ditulis oleh Siwi Dwi Saputro yang mencoba menghubungkan antara Ishtar dan Whattsapp untuk memeriahkan Valentine.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X