Di bawah rimbunan pohon palem, yang aku ingat, bentuknya bergerombol seperti pohon palem di depan gereja Ganjuran, Valiant menciumku. Di pohon palem depan gereja juga, pertama kali Diaz menciumku, ketika acara Mudika di malam bulan purnama. Namun ada yang berbeda dengan ciuman Valiant kali ini. Lebih menusuk dari ciuman Diego dan senyatanya aku merasakannya. Seolah ada ujung jarum yang menusuk bibirku, dan aku merasakan rasa asin darah yang keluar dari luka tusukan itu. Ada sedikit perih. Dengan lidahnya, Valiant menyapunya. Darahku masuk ke dalam lidahnya. Kemudian Valiant membalutnya dengan menutupkan bibirnya ke bibirku. Setelah itu yang kurasa, bibirku bagai dilapisi porselen. Terasa halus dan terlindungi. Rasa ciuman Diego terbang, apalagi ciuman Diaz, kandas tak berbekas.
Setelah itu Valiant mencium dahiku, dan mengacaukan rambutku. "Yuuk kuantar ke sana" katanya. Aku tak bisa melukiskan bagaimana perasaanku, dan terlebih lagi aku akan menjalani retretku. Rasa dan kenangan yang diberikan Valiant baru saja. Terasa sungguh menggigit dan menusuk sampai jantung suksma.
Ketika aku melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam biara, serasa ada yang hilang. Perpisahan yang hanya tiga hari ini terasa lama. Aku seperti kehilangan bagian jiwaku, dan aku ingin segera menggenapinya. Memeluk Valiant sepenuh jiwa dan raga.
SDS. 23.07.2020
Spoiler episode berikutnya di kamar tempat Ivy melakukan retret pribadi, dia merasakan kegelisahan yang sangat.
Rajah cinta Valiant membuatnya rindu berat kepada lelaki itu. Semoga Ivy kuat ya menjalani retretnya.
Simak terus ya kisah lanjutannya. ***
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Aku Harus Bicara Apalagi Tentang Valiant?'
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Diego, I Am Watching You'
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Kepoin Diego Yuuk'
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Kejujuran Diego Yang Membuatku Resah'
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Misteri yang Disimpan Diego'
Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'General Check Up'