fiksi

Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Berjuta Tanya yang Membara Di Dada'

Jumat, 5 Januari 2024 | 15:15 WIB
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur Harap Di Muntilan, 'Berjuta Tanya yang Membara Di Dada' (cottonbro studio)

Terpantau.com – Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 4 Menabur harap Di Muntilan, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.

Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.

Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.

Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo: KTP Sakti Solusi Pemerataan Penyaluran Bantuan Pendidikan

Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.

Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.

Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.

Stay Tune!                   

Bagian 4. Menabur Harap Di Muntilan.

Baca Juga: Panen Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Mentan Andi Amran Sulaiman: Saya Senang Performa Produksinya Semakin Baik

Episode 124. Berjuta Tanya yang Membara Di Dada

“Hai Eve.” Ryan berdiri dari tempat duduknya begitu melihat aku. Aku mendatanginya dengan penuh tanya. Melania kemana ini. Seperti biasanya, Ryan memelukku. Tapi pelukannya yang kali ini kurasakan lain. Entahlah memang ada yang berbeda dari Ryan atau dari perasaanku. Perasaanku yang sudah sedemikian condong ke Erwin, ditambah kenyataan Ryan menyimpan foto perempuan yang wajahnya mirip denganku bersama anak perempuannya.

Baca Juga: Beri Pesan Damai di Konser Lilin Putih Mahfud MD: Keislaman dan Keindonesiaan Bukan Hanya Lahirkan Toleransi tapi Akseptasi

“Kapan kembali dari IKN?” Aku bertanya ketika kami sudah duduk. Aku duduk berhadap-hadapan dengan Ryan jadi dapat memandang matanya kalau berbicara. Mau tak mau tetap saja mataku tak bisa untuk diberitahu agar tidak melakukan skrining wajah Ryan. Benar-benar payah. Ah tapi tidak juga. Mana mungkin kita tak skrining wajah lawan bicara kita kalau duduk berhadapan? Ya kan? Iya! Itu pembelaanku.

Halaman:

Tags

Terkini