Terpantau.com - Lanjut menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.
Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.
Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.
Baca Juga: Koleksi Tanaman Hias (Part. 1) : Alocasia, Tanaman Berdaun Tebal Populer Berharga Mahal
Stay tune ya.
Lamunan Membawaku Kembali
Ah, tulisannya Diaz tentang Santa pelindungku sungguh mencengangkan. Aku menemukan pengetahuan baru. Ivana yang artinya Tuhan Maha Rahim itu, nama yang dipilih bapakku sungguh sesuatu. Nama Ivana ternyata sama dengan Joanna dan juga John atau Johannes.Ternyata orang-orang tua kami tuh sudah keren sejak semula. Terlepas bagaimana pengetahuan mereka tentang santo santa tadi. Karena banyak juga yang tidak tahu bagaimana sejarah hidup para santo santa yang jadi pelindungnya.
Aku berbinar-binar tentu saja. Selain memberiku tugas agama itu, Diaz juga memberiku satu penjelasan asal usul dari namaku yang lain dilengkapi gambar vignet yang dibuatnya. Ampun deh, bagus sekali. Hati ini tambah berbunga-bunga, mungkin ini yang dinamakan riba. Hedera, adalah tumbuhan perdu merambat yang kuat. Dia juga dikenal dengan nama Ivy. Tumbuhan ini telah lama dikenal sebagai bahan untuk obat batuk.
Vignette sendiri adalah gambar ilustrasi berbentuk dekoratif yang berfungsi sebagai pengisi bidang kosong pada kertas narasi. Gambarnya tentang seorang perempuan berambut ikal, sepinggang, membawa buket bunga, semacam bunga rumput seperti lavender. Di kepalanya ada wreath tanaman ivy. Indah sekali. Vignette dari Diaz ini merupakan masterpiece yang masih kusimpan sampai kini.
Baca Juga: Kastuba, Tanaman Eksotis Merah Darah Bunga Resmi Natal Yang Unik
Lamunanku berhenti sampai disitu, ketika Diaz menyebut namaku ""Iv, kamu kedinginan?" Aku tersentak. Mungkin tadi perjalanan khayalku terlalu jauh, mungkin meninggalkan Diaz yang nyatanya ada di sampingku. Dari bawah, kulihat Noel naik keatas diikuti Kezia dan Rio. Sesampai mereka di dekat kami, Diaz menawarkan kepada mereka apakah mau makan sekarang? Anak-anak itu serempak menjawab: “Oke Pa”
Kami duduk melingkar di restoran yang khas itu. Out door restoran. Dipayungi oleh rimbunnya pohon pinus, dan udara segar yang berhembus. Lengkap sudah aku terbius. Mungkin lama juga aku lupa dan terlena, bahwa yang kualami ini semantara saja. Mereka bukan bagian dariku sepenuhnya, hanya menjadi bagian dalam perjalanan hidup. Tiba-tiba aku merasa kesepian.
SDS. 09.05.2020
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy, 'Kezia, Si Cinnamon Roll Inang'
Novel Penagraf Ivy, 'Kabut Ungu yang Berangsur Biru'
Novel Penagraf Ivy, 'Tujuh Belas Tangkai Azalea Warna Merah Muda'