Novel Penagraf Ivy, 'Tulang, Siapakah Engkau?'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Selasa, 13 Desember 2022 | 15:15 WIB
Novel Penagraf Ivy, 'Tulang, Siapakah Engkau?' (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Novel Penagraf Ivy, 'Tulang, Siapakah Engkau?' (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Terpantau.com -  Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.

Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.

Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.

Stay tune ya.

Baca Juga: Pantun Indonesia Resmi Menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Tulang, Siapakah Engkau?

Rio minta ijin ke toilet. Noel mengajak Papanya ke kasir untuk membeli sesuatu. Tinggallah aku dengan Kezia. "Tan, besok mau ya, nonton Kezia lomba?" tanyanya tiba-tiba. Aku terkejut. Kutanya lomba apa? Lomba drumb band antar SMP katanya. Aku jadi bingung, ini mamanya kemana ya? Kutanyakan Ke Kezia, mamanya kemana. Kezia bercerita kalau mamanya akan pergi ke Jakarta, mengantar anak buah sanggar yang lomba permainan suling di Taman Ismail Marzuki. Aku sungguh tak habis pikir.

Aku suka anak-anak, tapi aku lebih suka kalau orangtua mereka masing-masing perhatian sama anak-anaknya. Prasangkaku terhadap Ruth jadi bergeser. Kalau dia pergi, lalu sama siapa anak-anaknya? Sama Diaz? Diaz bukannya harus mengurus hotel?  "Kak Kezia sini deh," panggil Noel dari depan kasir sambil melambaikan tangan. Kezia beranjak menuju meja kasir.

Aku sendirian sementara waktu, sampai akhirnya Rio kembali ke tempat. Setibanya di kursinya, Rio lagi-lagi mengejutkan aku. "Maaf bu.." Aku benar-benar bingung, ini minta maaf untuk apa. Lalu Rio berkata kalau kliping tadi memang sengaja ditaruh di perpustakaan, khusus hanya untukku. Yang menyuruh menaruh tentu saja Diaz. Kutanyakan apakah dia tahu maksudnya? Rio menggeleng. Lalu kutanyakan apakah cerita yang diceritakan kemarin benar? Rio mengangguk.

Baca Juga: Meriahkan Hari Pohon Sedunia dengan 3 Pentigraf Keren, Simak Yuuk

"Jadi benar belum pernah bertemu Pak Arvian?" tanyaku. Rio mengangguk lagi. Tapi kemudian dia bicara, kalau Pak Arvian akan datang nanti minggu depan, mampir ke kampung halaman sementara ada tugas. Rio melanjutkan, kalau Pak Arvian akan datang beserta istrinya. Aku berhitung, minggu depan berarti aku pas sudah harus kembali ke Jakarta. Jadi tidak kumasukkan ke dalam agenda.

Kezia kembali ke bangkunya, mengajakku beranjak. Kita pulang sekarang. Sambil menggandengku Kezia bercerita, kata mamanya, dia jadi majorette seperti tulangnya. Tulang yang mana lagi ini? Diaz? Arvian? Heeeelp.

 

SDS. 09.05.2020

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X