Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.
Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.
Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.
Stay tune ya.
Baca Juga: We Wish You a Merry Christmas Dianggap Lagu Natal Lucu, Kenapa? Cek Faktanya.
Morning Glory
Pagi-pagi telepon di kamarku berdering. Suara perempuan memberitahu kalau sarapanku diantar ke kamar. Apa-apaan ini, aku tidak pesan agar sarapanku diantar ke kamar. Tapi bertanya pada perempuan di ujung telpon seberang sana, sama saja tidak guna. Tak lama kemudian, pintu kamarku diketuk. Wajahku masih embuh, berantakan sekali. Rambut juga belum kusisir.
"Sebentar." jawabku, sambil menuju ke pintu. Melihat dari lubang pintu. Tidak kelihatan siapa orangnya. Dia mengetuk lagi, tetap tak kelihatan. Ya sudah kuberanikan diri membuka, siapa tahu ini pramusaji masih baru, jadi malu-malu, atau malah profesional hingga dia bersembunyi dan tidak berdiri di depan pintu, tapi sepertinya bukan makhluk halus tak kasat mata.
Pintu kubuka perlahan, dan nampaklah dia berdiri membawa baki berisi sarapan pagi. Kurasa dia memang kurang pekerjaan. Aku mengomel. Diaz tertawa. "Selamat menikmati sarapan pagi nona." katanya sambil membungkuk. Aku menerima nampan dari Diaz. Kemudian dia pun kembali ke pantry kurasa, namun dia sempat berucap:" Melihatmu dengan rambut berantakan seperti ini, di pagi hari, adalah kerinduanku yang paling purba." Hayaaah....jian. Terkewer-kewer hatiku.
Baca Juga: 'Bahasa Bunga' pada Pemakaman Ratu Elizabeth II
Kubawa masuk sarapan pagi dari Diaz. Ada terselip 3 tangkai bunga morning glory. Bunga terompet biru cantik itu, sepagi ini sudah membuat moodku merangkak naik. Dibawah bunga ada note, sebuah pesan dari Diaz. "Ivy. Siap di lobby jam 10.00, ya. Please. Yours. Az" Aku kudu piye kalau begini. Ada apa jam 10.00 juga di lobby?
Setelah mandi, sarapan dan berdandan natural ala kadarnya, jam 09.30 aku melangkah ke lobby. Penasaran ada apa disana. Yang ada bikin aku terkejut-kejut lagi. Satu mini van terparkir di depan. Ruth siap-siap dengan segala perangkat lombanya. Banyak banget yang dibawanya, kukira hanya lomba suling saja. Ternyata tidak. Begitu melihatku, Ruth mendatangiku. "Eda titip anak-anak ya. Hari ini terpaksa saya meninggalkan mereka." Diaz tidak sekalian dititipkan nih? aku membatin. Mereka berangkat. Diaz yang menyetir mini van. Moodku anjlok ke level minus 4.
SDS. 10.05.2020 ***
Artikel Terkait
Novel Penagraf Ivy, 'Nama Sayang Dari Diaz'
Novel Penagraf Ivy, 'Tentang Santo Diaz dan Santa Dympna'
Novel Penagraf Ivy, 'Tulang, Siapakah Engkau?'