Novel Penagraf Ivy, 'Pada Lagu Ketiga'

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Senin, 19 Desember 2022 | 15:15 WIB
Novel penagraf Ivy, 'Pada Lagu Ketiga' (Brenda Geisse)
Novel penagraf Ivy, 'Pada Lagu Ketiga' (Brenda Geisse)

Terpantau.com – Lanjut ya menampilkan cerita fiksi, novel penagraf atau novel yang terdiri dari cerita pendek lima paragraf.

Berbeda dengan pentigraf yang merupakan cerita pendek tiga paragraf, Novel penagraf tentunya cerita pendek yang terdiri dari lima paragraf.

Novel penagraf yang diunggah kali ini berjudul Ivy. Ivy berkisah tentang percintaan seorang gadis yang hampir patah hati karena ditinggal kekasihnya namun oleh suatu keadaan mereka bertemu lagi dengan berbagai kisah pelik yang membelit mereka.

Stay tune ya.

Baca Juga: DPR Ian, Pembaharu Genre Baru Musik Korea Selatan, Siapa Dia?

Pada Lagu Ketiga

Bunyi drum ditabuh keras sekali, pertanda lomba akan segera dimulai. Aku beringsut mendekat, mencari tempat yang lebih nyaman. Kak Pita mengikutiku, demikian juga Noel sudah gabung dengan aku. Pertunjukan dari peserta nomer undian satu dan dua sudah tersaji, hingga tiba sekolah Kezia.

Kezia menjadi mayorette utama. Body tinggi menjulangnya ditambah sepatu boot warna putih, kontras dengan baju merahnya. Kezia cantik sekali. Garis-garis wajah Shinta terlihat jelas. Akupun larut dalam kenikmatan yang tiada tara. Bunyi drum yang ditabuh dan alat musik yang dimainkan, menghasilkan paduan irama dan suara yang aduhai. Kurasa bakal menang ini nanti. Aku selalu memperhatikan bunyi Xylophone yang dimainkan, walau aku tak pernah bisa memainkan alat musik, tapi Xylophone ini punya arti khusus buatku. Alat musik ini pernah kami sumbangkan kepada salah satu sekolah Taman Kanak-kanak di desa tempat kami KKN, di kabupaten Ngawi. Tentu saja ada cerita tentang Alex disini. Oh no. Maafkan. Tapi sekali lagi aku tak pernah jatuh cinta pada Alex lho. Tapi kalau Alex yang jatuh cinta, itu murni bukan salahku.

Semakin lama semakin indah paduan Xylophone, Pianika, Cymbal dan drumnya. Kezia menari-nari lincah dan gagah dengan tongkatnya, memimpin dua mayorette yang lain. Pemandangan yang indah. Aku jadi Ingin melihat mereka kalau ada kesempatan Marching.

Baca Juga: Tahu Lullaby Nggak? Jelajahi Yuk, Cara Orangtua Berbagai Negara Menidurkan Anaknya - Ukraina

Lagu ketiga pun bergaunglah. Dealova. bayangan Once Mekel serasa melengking bersuara di depanku. "Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu..." Aku larut dalam bayangan itu. Tapi kurasa aku tidak salah dengar, memang kudengar ada suara menyanyikan lagu Dealova, tapi bukan Once.

Lagi-lagi Diaz. Dia muncul darimana aku tidak tahu. Atau karena aku telah patah semangat, melihat dia tadi mengemudi van mengantar Ruth, maka pikiranku yang lurus lalu beranggapan Diaz ikut juga. Ternyata tidak. Harusnya aku sadar, setelah mendengar banyak cerita dari kak Pita tadi. Dan....taraaa kak Pita menghilang. Tinggal aku dan Noel, yang berdiri di depanku. Tentu saja ditambah Diaz. Pingin garuk-garuk kepala nggak seh kalau begini?

SDS. 11.05.2020 ***

Artikel Selanjutnya

Novel Penagraf Ivy, 'Hei Heidy'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X