Terpantau.com - Pemerintah berencana akan mewajibkan vaksin HPV dengan tujuan mencegah kanker Serviks bagi anak-anak kelas 5 dan 6 SD, yang akan mulai dilakukan tahun ini.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerangkan, program vaksin HPV kanker Serviks merupakan bagian dari program pemerintah sehingga seluruh biaya akan ditanggung negara alias gratis.
Masyarakat diharapkan memanfaatkan vaksin gratis ini demi mencegah kanker Serviks yang mematikan.
"Vaksin HPV gratis alias dibiayai oleh negara, selama vaksin HPV masuk dalam program pemerintah, biaya akan ditanggung negara,” terang Menkes Budi dalam keterangannya, Selasa (19/4).
Baca Juga: Nelayan Mengeluh Soal Sertifikat Tanah, Jokowi Langsung Telepon Menteri Sofyan Djalil
Program vaksin HPV ini akan difokuskan pada anak-anak kelas 5 dan 6 SD, dalam rangka upaya pencegahan kanker seviks sejak dini. Menurut Menkes Budi, vaksinasi HPV untuk melindungi generasi muda, khususnya anak-anak perempuan.
Salah satu jenis kanker mematikan yang paling banyak menyerang perempuan adalah kanker serviks.
Menurut Observasi Kanker Dunia (Globocan) di Indonesia terdapat 36.633 kasus baru dan 21.003 kematian akibat kanker serviks pada 2020
Kanker serviks adalah jenis kanker yang dijumpai di bagian serviks atau mulut rahim, organ berbentuk tabung yang menghubungkan antara vagina dan rahim.
Masalah terjadi terjadi ketika sel-sel abnormal berkembang dan membentuk tumor pada serviks. Tumor terbagi 2, jinak atau ganas. Adanya pertumbuhan tumor ganas di serviks ini yang kemudian disebut kanker serviks.***
Artikel Terkait
Puasa Saat Hamil, Ini Kondisi yang Tidak Disarankan
Simak Anjuran dan Larangan Dalam Berpuasa Sehat di Bulan Ramadhan Menurut Ahli Gizi
Olahraga Ringan yang BIsa Dilakukan Setelah Berbuka Puasa
Konsumsi Whey Protein Bantu Tubuh Menahan Lapar Selama Menjalankan Puasa
Kiat Menjalankan Puasa Saat Sedang Flu dan Batuk