Terpantau.com - golongan darah adalah bagian penting dari sistem tubuh manusia yang telah menjadi subjek penelitian dan spekulasi selama bertahun-tahun. Meskipun masih banyak yang harus dipelajari tentang peran sebenarnya golongan darah dalam kesehatan dan biologi manusia, kita dapat menghargai warisan penemuan Karl Landsteiner yang telah memungkinkan transfusi darah yang lebih aman dan pemahaman lebih dalam tentang kompleksitas tubuh manusia.
Golongan darah memiliki pengaruh pada kesehatan manusia dalam beberapa cara. Sebagai contoh, seseorang dengan golongan darah AB positif dapat menerima darah dari hampir semua golongan darah lainnya, sementara orang dengan golongan darah O negatif adalah pendonor universal.
Selain itu, beberapa penelitian telah mengaitkan golongan darah dengan risiko penyakit tertentu. Misalnya, orang dengan golongan darah tertentu mungkin lebih rentan terhadap penyakit tertentu atau memiliki respon yang berbeda terhadap pengobatan.
Menurut sebuah penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Neurology, golongan darah dapat memprediksi apakah seseorang berisiko mengalami stroke dini.
Ketika stroke iskemik terjadi, suplai darah ke bagian otak akan terputus atau berkurang, sehingga jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit.
Baca Juga: Ajaib, Ini 4 Manfaat Bakar Daun Salam Kering yang Tidak Terduga
Golongan darah sendiri mengacu pada klasifikasi darah berdasarkan ada dan tidaknya berbagai macam bahan kimia, seperti antibodi dan zat antigenik yang diwariskan, pada permukaan sel darah merah.
Terdapat 4 golongan darah utama, yaitu A, B, AB dan O. Adapun golongan darah seseorang ditentukan oleh gen yang diwarisi dari orang tuanya.
Dalam studi ini, para peneliti meninjau 48 penelitian tentang genetika dan stroke iskemik dari Amerika Utara, Eropa dan Asia. Ini termasuk 16.927 orang dengan stroke dan 576.353 orang yang tidak mengalami stroke.
Dari mereka yang mengalami stroke, 5.825 orang mengalami stroke onset dini, yang didefinisikan sebagai stroke iskemik yang terjadi sebelum usia 60 tahun. 9.269 orang mengalami stroke onset lambat, yang terjadi ketika pasien berusia lebih dari 60 tahun
Jika dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah lain, para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki golongan darah A lebih rentan menderita stroke sebelum usia 60 tahun
Para peneliti mencatat bahwa gen untuk subkelompok A1 dan stroke yang terjadi lebih awal telah dihubungkan secara eksplisit dengan studi genom.
Mengapa golongan darah A lebih rentan terkena risiko?
Baca Juga: Mulai dari Menjaga Pola Makan hingga Olahraga, Inilah Tips Supaya Wajah Kamu Terlihat Awet Muda
Artikel Terkait
Yuk Kenali Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan, Bisa Mempercepat Penyembuhan Pasien Demam Berdarah
Bukan Kaleng-Kaleng! Berikut 7 Keajaiban Manfaat Air Kelapa Hijau yang Luar Biasa Buat Kesehatan
7 Manfaat Cengkeh Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Untuk Sakit Gigi
Ini 6 Makanan yang Tidak Baik untuk Kesehatan Jantung
Berikut 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Jantung, Yuk Simak Apa Saja
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Deretan Manfaat Labu Siam bagi Kesehatan, Kaya Akan Nutrisi, Mampu Melawan Kanker dan Diabetes
10 Manfaat Makan Pisang Rebus bagi Kesehatan, Salah Satunya Baik Untuk Kesehatan Tulang