Terpantau.com – Para penggemar Harry Potter tentunya kenal dengan makhluk elf bernama Dobby. Makhluk yang dibebaskan Harry Potter dengan kaus kakinya yang diselipkan pada buku yang diberikan Lucius Malfoy itu akhir-akhir ini menjadi viral.
Viralnya Dobby bukan berkaitan dengan Harry Potter lagi tetapi berhubungan dengan suatu keadaan mental yang berhubungan dengan rasa bersalah. Seperti terlihat dalam film Harry Potter, Dobby akan melukai dirinya sendiri jika merasa bersalah.
Hal itu dapat ditemukan dalam cerita ketika Harry Potter harus kembali ke Hogward, Dobby menghalangi Harry Potter dengan mengganggunya ketika keluarga Dursley sedang menerima tamu, kolega paman Harry itu.
Juga Dobby berulah ketika dia menghalangi pintu masuk platform 9 ¾ dengan sihirnya, sehingga Harry Potter tidak bisa masuk.
Dobby Syndrome pertama kali diperkenalkan oleh dua peneliti di Tilburg University dan Vrije Universiteit Amsterdam yaitu Rob Nelissen dan Marcel Zeelenberg.
Menurut Nelissen dan Zeelenberg, ketika kemampuan untuk mengkompensasi suatu pelanggaran tidak memungkinkan, seseorang lebih cenderung menjatuhkan hukuman pada dirinya sendiri.
Dobby Syndrome atau Dobby Effect dapat didefinisikan sebagai rasa bersalah yang kemudian dapat berubah menjadi perilaku menghukum diri sendiri.
Rasa bersalah biasanya akan datang saat seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan moral atau nilai-nilai yang dianut.
Hal ini akan menjadi masalah jika seseorang terus-menerus menghukum diri sendiri jika setiap merasa bersalah.
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab seseorang mengalami Dobby Syndrome. Dalam banyak kasus, rasa bersalah muncul saat seseorang tidak dapat memenuhi ekspektasi orang lain.
Sindrom ini mungkin juga berasal dari trauma masa kecil ketika orang tua menumpahkan semua kekesalan mereka pada anaknya.
Artikel Terkait
Ruben Onsu Menderita Empty Sella Syndrome, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Fakta Lengkap Empty Sella Syndrome, Penyakit Yang Diderita Ruben Onsu
Stockholm Syndrome dalam Drama China
Kenali Denial Syndrome : Ketika Kamu Menolak Menerima Kenyataan
Duck Syndrome : Terlihat Tenang Meski Sebenarnya Tertekan