Imbas La Nina Tripple Dip, Waspadai 5 Penyakit Yang Biasa Muncul Di Musim Hujan

photo author
Tim Terpantau 03, Terpantau
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:10 WIB
Ilustrasi5 Penyakit Yang Biasa Muncul Di Musim Hujan / Pixabay
Ilustrasi5 Penyakit Yang Biasa Muncul Di Musim Hujan / Pixabay

 

Terpantau.com Tahun 2022, terjadi fenomena La Nina Tripple Dip di Indonesia.

Fenomena La Nina Tripple Dip membawa dampak peningkatan curah hujan di banyak tempat di Indonesia.

Dengan datangnya musim hujan, selain harus warpada dengan bencana basah seperti banjir, longsor dan juga angin kencang, yang perlu juga diwaspadai adalah penyakit yang biasa muncul di musim hujan.

Berikut 5 penyakit yang biasa muncul di musim hujan, imbas La Nina Tripple Dip

1. Diare

Diare biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri yang dalam makanan yang terkontaminasi. Jarang sekali menjadi tanda gangguan lain, seperti penyakit radang usus atau sindrom iritasi usus.
 
Gejala berupa sering buang air besar encer dan nyeri perut.
 
Kebanyakan kasus dapat sembuh dengan sendirinya. Beberapa infeksi mungkin perlu antibiotik. Kasus yang parah dapat menyebabkan dehidrasi sehingga membutuhkan cairan intravena.
 
Diare dapat disebabkan oleh hal-hal di luar virus ataupun bakteri. Contohnya meliputi diet cairan, intoleran terhadap makanan, stres, cemas, atau penggunaan obat pencahar.
 
 
 
Penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk, yang terjadi di daerah tropis dan subtropis.
Orang yang terinfeksi virus ini untuk kedua kalinya memiliki risiko yang jauh lebih besar terserang penyakit parah.
 
Gejalanya adalah demam, ruam, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa.
 
Penanganan berupa dengan cairan dan pereda nyeri. Kasus yang parah harus dirawat inap.
 
 
Penyakit bakteri menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi. Kondisi ini paling umum terjadi di iklim hangat.
Manusia bisa terkena leptospirosis melalui kontak langsung dengan urine hewan yang terinfeksi atau melalui air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi urine hewan. 
 
Beberapa gejalanya yaitu demam tinggi, sakit kepala, perdarahan, nyeri otot, menggigil, mata merah, dan muntah.
 
Jika tidak ditangani, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, dan bahkan kematian. 
 
 
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
 
Infeksi virus umum yang memengaruhi hidung, tenggorokan, dan saluran udara. Infeksi saluran pernapasan atau ISPA atas biasanya sembuh dalam waktu 7-10 hari.
 
Gejala biasanya diselesaikan dalam waktu dua minggu dan termasuk tenggorokan gatal atau sakit, bersin, hidung tersumbat, dan batuk.
 
Penanganan berupa istirahat dan obat untuk meredakan gejala.
 
5. Penyakit kulit
 
Infeksi kulit adalah gangguan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Seseorang pengidap dapat mengalami gejala yang beragam, dalam intensitas ringan hingga berat. 
 
Gejala bisa beragam dari mulai gatal, ruam-ruam merah bahkan juga radang kulit.
 
Penanganan penyakit kulit ini dibantu denganobat liar seperti salep ataupun bedak antialergik serta obat dalam jika sekiranya memang parah.
 
Tetap jaga protokol kebersihan dan kesehatan di kondisi cuaca yang ekstrim ini ya bestie! (SDS)***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: halodoc.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kenali 4 Gejala Awal Tubuh Mengalami Dehidrasi

Senin, 20 Mei 2024 | 20:27 WIB

10 Tips Agar Terhindar dari Penyakit Hipertensi

Jumat, 17 Mei 2024 | 22:29 WIB
X