Profil SJH Atau Si Jalak Harupat, Salah 1 Dari 4 Stadion Tempat Pertandingan Piala Dunia Sepakbola U-17

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Kamis, 9 November 2023 | 07:55 WIB
Profil SJH Atau Si Jalak Harupat, Salah 1 Dari 4 Stadion Tempat Pertandingan Piala Dunia Sepakbola U-17
Profil SJH Atau Si Jalak Harupat, Salah 1 Dari 4 Stadion Tempat Pertandingan Piala Dunia Sepakbola U-17

Terpantau.com – Mulai tanggal 10 November hingga 2 Desember 2023, Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan turnamen sepakbola internasional dibawah usia 17 tahun atau U-17. Stadion Si Jalak Harupat atau SJH menjadi salah satu tempat pertandingan piala dunia.

Si Jalak Harupat  adalah julukan bagi pahlawan nasional Oto Iskandar Dinata. Stadion SJH adalah yang akan menjadi salah satu tempat turnamen piala dunia sepakbola U-17 terletak di Kutawaringin Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Stadion SJH atau Si Jalak Harupat merupakan kandang Persib Bandung dan Persikab dan akan menjadi tuan rumah pertandingan piala dunia sepakbola U-17.

Baca Juga: Rame-rame Kepoin Dylan Wang Setelah Dracin Only For Love Bersama Bai Lu Puncaki Tangga Popularitas Di IQIYI

Stadion Si Jalak Harupat mempunyai kapasitas tempat duduk 27.000 penonton.

Stadion SJH atau Si Jalak Harupat ini dibangun pada tahun 2003 dan dibuka pada 26 April 2005 dan dibangun dengan biaya Rp67,5 miliar ini direnovasi pada Januari hingga Mei 2023.

Nama yang disematkan pada stadion di Kutawaringin ini diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional dari Bojongsoang yaitu yaitu Otto Iskandardinata.

Sekarang ini stadion SJH atau Si Jalak Harupat  milik Pemerintah Kabupaten Bandung dan menjadi kandang Persikab Bandung yang merupakan wakil Kabupaten Bandung di Liga 3 Indonesia dan Persib.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Hari Baru, Harapan Baru'

Berdasarkan sejarahnya, pembangunan stadion ini dibangun mulai Januari 2003 pada saat Kabupaten Bandung dipimpin oleh bupati Obar Sobarna.

Stadion SJH atau Si Jalak Harupat diresmikan pada hari jadi Kabupaten Bandung yang ke 364, tanggal 26 April 2005 oleh Agum Gumelar yang menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat.

Lapangan sepak bola sebagai arena utama, menggunakan rumput jenis zoyzia matrella lin mer. Rumput ini diketahui dapat meminimalkan cedera pemain bola.

Baca Juga: NCCR Gelar Pemeringkatan ASRRAT 2023, Sebanyak 68 Organisasi Dan Perusahaan Terlibat. Berikut Pemenangnya!

Sedangkan lampu atau penerangan di stadion SJH atau Si Jalak Harupat berkekuatan 2400 lux.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X