Dilansir dari Well and Good, seseorang dengan kecenderungan social butterfly akan memiliki lebih banyak komitmen sosial dan tertarik ke berbagai arah.
Mengingat ketertarikan mereka dengan hal-hal baru, luasnya jaringan sosial, dan keinginan mereka untuk berkumpul dan bergaul dengan kelompok yang lebih besar, mereka banyak teman dan menghadiri banyak acara sosial.
Risiko menjadi social butterfly
Baca Juga: Mudah Ditiru, Yuk Intip 5 Rahasia Umur Panjang Orang-orang di Berbagai Negara Ini!
Kecintaan seorang social butterfly terhadap kehidupan sosialnya dapat menghalangi tugas dan aktivitas lain yang perlu diselesaikan.
Tak jarang, seorang social butterfly menimbulkan masalah bagi lingkungan kerja mereka, dimana mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk mengobrol daripada menyelesaikan tugas mereka.
Walaupun terbangun hubungan secara sosial, namun hubungan ini hanya bersifat dangkal, dan akan sulit mengembangkan hubungan intim yang lebih dekat dengan orang lain.
Kondisi ini menyebabkan kualitas hubungan dengan orang lain tidak terlalu baik karena hanya mementingkan kuantitas atau jumlah jaringan sosial yang semakin luas.
Sifat seorang social butterfly yang selalu jadi sorotan, tidak membiarkan orang lain menjadi sorotan meskipun mereka perlu atau pantas menjadi sorotan. Hal-hal seperti itu yang bisa menyebabkan perselisihan dalam hubungan pribadi dengan orang lain.***
Artikel Terkait
Apakah Posting di Media Sosial itu Penting? Ingat! Hidup Ini Lebih dari Sekedar Posting di Media Sosial
6 Gaya Hidup Sehat Ala Orang Australia yang Patut Ditiru, Bantu Perpanjang Usia dan Kesehatan Tubuh Terjaga
Memahami Apa Itu Gaya Hidup Slow Living?
6 Tips Pentingnya Menghargai Diri Sendiri Untuk Membuka Pintu Menuju Kebahagiaan Sejati
Konsumsi 10 Makanan Ini Terbukti Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur, Apa Saja?
4 Zodiak Teratas dengan Tingkat Kecerdasan di Atas Rata-rata
Sangat Nyaman dan Ringan Dipakai, Inilah 5 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pria!