Terpantau.com – Dalam perayaan Imlek tak luput dari penyediaan bermacam makanan untuk disantap bersama keluarga, salah satunya adalah buah buahan. Buah buahan dalam perayaan Imlek atau sembahyang dalam tradisi Tionghoa mempunyai arti simbolis.
Arti simbolis penggunaan buah buahan dalam perayaan Imlek dan sembahyang serta tradisi Tionghoa lainnya, kesemuanya melambangkan kebaikan seperti kemakmuran, bisnis dan juga keberuntungan.
Buah buahan itu mempunyai arti simbolis tersendiri yang tak lepas dari harapan dalam perayaan Imlek, perkawinan atau dalam sembahyang pada tradisi Tionghoa.
Baca Juga: TPN Ganjar Mahfud : KPU, Kominfo & BSSN Perlu Perkuat Koordinasi Tanggulangi Serangan Siber
Simak yukk arti simbolis buah buahan yang dipakai dalam perayaan Imlek dan juga saat sembahyang.
1. Anggur
Anggur melambangkan tahun yang sejahtera.
Terdapat tradisi dalam masyarakat Tionghoa bahwa seseorang makan 12 biji anggur pada tengah malam sebelum memasuki tahun baru Imlek, agar kehidupan di tahun berikutnya akan sejahtera.
Buah anggur juga melambangkan kesuburan atau kelimpahan dan mewakili kesuksesan yang akan datang dalam waktu dekat, atau selalu berada dalam satu keluarga.
2. Apel
Apel dianggap membawa keberuntungan karena dalam bahasa Cina buah apel berarti ‘buah perdamaian.’
Apel adalah homonim dengan ping yang berarti keberuntungan, kedamaian, dan keselamatan. Sedangkan apel yang berwarna hijau melambangkan uang, dan apel yang berwanra merah melambangkan kemakmuran dan kelimpahan.
Baca Juga: Program Unggulan Ganjar Mahfud Sentuh Langsung Kebutuhan Rakyat di Akar Rumput
3. Aprikot
Aprikot memiliki warna yang cantik, melambangkan kekayaan dan emas. Lebih hebatnya lagi berbagai bagian pohon aprikot juga melambangkan hal yang berbeda. Buah ini tidak jarang dianggap mewakili simbol keanggunan dan kecantikan wanita.
Artikel Terkait
5 Wihara Tempat Wisata Pilihan Libur Imlek Dari Klenteng Chadra Nadi Hingga Pagoda Avalokitesvara (Part 2)
Yopia, Pia Kuliner Legendaris Khas Imlek Dari Lasem yang Legit, Renyah dan Manis Ketika Digigit, Cobain Yuuk!
Hanami: Tradisi Melihat Keindahan Bunga Sakura Di Jepang Pada Musim Semi yang Telah Eksis Berabad-abad Lalu
Malam Satu Suro dan Larangan: Tradisi Mubeng Beteng Diadakan Lagi Tahun Ini Di Kraton Yogyakarta Pasca Pandemi
Pudarnya Kejayaan Cuju, Sepakbola Kuno Asli Cina yang Muncul Dalam Dracin Who Rules the World, Ini Sebabnya!
Mushe, Olahraga Bowling Kuno Lima Belas Pin Asli Cina yang Sarat Dengan Ajaran Dan Norma Kehidupan.
Lebih Mengenal Sejarah Dan Makna Tradisi Hari Arwah Sedunia yang Diperingati Setiap Tanggal 2 November