Sejarah Yasui Qian Erat Hubungannya Dengan Monster Kecil Sui yang Suka Mengganggu Anak Kecil Di Malam Imlek

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Rabu, 31 Januari 2024 | 16:20 WIB
rah Yasui Qian Erat Hubungannya Dengan Monster Kecil Sui yang Suka Mengganggu Anak Kecil Di Malam Imlek  (TikTok)
rah Yasui Qian Erat Hubungannya Dengan Monster Kecil Sui yang Suka Mengganggu Anak Kecil Di Malam Imlek (TikTok)

Terpantau.com – Mungkin belum banyak yang tahu bagaimana asal usul atau sejarah Yasui Qian atau uang yang ditaruh di dalam amplop merah atau angpao.

Yasui Qian menjadi sesuatu yang wajib diberikan oleh orangutan kepada anak-anak atau dari orang yang sudah bekerja kepada yang lebih muda yang belum bekerja.

Kisahnya diawali bahwa pada zaman dahulu kala, ada monster kecil yang sangat jahat bernama Sui. Monster ini kulit hitam, tetapi tangannya sangat putih.

Monster kecil ini memilih untuk keluar di malam tahun baru setiap tahun untuk melukai orang secara diam-diam  dan dia menargetkan anak-anak sebagai korbannya.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Memaknai Sunyi'

Dia menunggu semua orang tertidur setelah makan makanan Tahun Baru lalu menyelinap masuk. Setiap kali dia melihat anak tertidur, dia menyentuh kepala anak it tiga kali dengan tangannya.

Anak-anak yang disentuhnya akan takut dan menangis pada saat itu, kemudian akan menjadi gila setelah beberapa hari.

Pada saat itu ada seorang keluarga yang akhirnya mendapatkan seorang anak laki-laki ketika dia berusia 50 tahun. Karena usianya yang sudah tua, pasangan tua itu merawat anak itu dengan baik.

Karena rasa takut dan khawatir kalau Sui akan membahayakan anak mereka, maka mereka menyembah dewa-dewa untuk berkah setelah makan, dan mereka tidak berani tidur dan menjaga anak mereka.

Baca Juga: Adegan Mesra Wu Lei dan Zhao Jinmai dalam Amidst a Snowstorm of Love Mendulang Pemirsa Capai 18 Juta Dalam Satu Hari

Anak dalam keluarga pasangan tua itu lalu bermain dengan kertas merah dan 8 koin tembaga. Koin tembaga itu dibungkus dengan kertas merah.

Hal ini dilakukannya berulang kali hingga dia tertidur karena kelelahan. Sementara itu pasangan tua itu tidak berani gegabah, jadi mereka menjaga anak itu.

Tiba-tiba Sui muncul, pasangan tua sangat takut sehingga mereka tidak bisa bergerak.

Ketika Sui baru saja mengulurkan tangannya ke anak itu, dia menemukan kertas merah dan koin tembaga, semburan cahaya terbang ke arah Sui.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X