Nama istana ini diambil karena bangunan istana ini menyerupai bangunan Istana Negara di Bogor namun dalam versi yang lebih kecil.
Dahulu istana ini digunakan sebagai kantor admistrasi pemerintah Belanda dan menjadi kediaman resmi gubernur beserta residen yang saat itu memerintah di Banda
Rumah Budaya Banda Neira
Rumah Budaya Banda Neira lokasinya berada sekitar 25 meter dari pelabuhan Pelni Banda Neira.
Di dalam Rumah Budaya Banda Neira ini tersimpan koleksi berbagai macam benda-benda peninggalan Belanda mulai dari berbagai jenis meriam hingga beberapa lukisan yang menggambarkan kondisi Banda pada saat itu.
Monumen Parigi Rante.
Monumen ini didirikan untuk mengenang aksi pembataian rakyat Banda Neira oleh Belanda. Sisanya banyak yang dikirim ke Pulau Jawa untuk menjadi budak.
Gereja Tua Banda Neira.
Gereja tua di Banda Neira ini sangat dominan bergaya Eropa dan merupakan salah satu gereja tertua yang ada di Kepulauan Banda yang dibangun oleh Belanda pada tanggal 20 April 1873.
Gaya Eropa bangunan gereja tanpak dari adanya pilar-pilar di teras depan dengan bentuk doria.
Bangunan gereja yang berbentuk persegi panjang mempunyai ukuran 37.75 m dan lebar 12.86 m. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun gereja ini adalah batu kapur dan batu bata.
Menurut cerita gereja ini dibangun diatas 30 kuburan prajurit Belanda yang meninggal karena peperangan.
Artikel Terkait
Wisata Sejarah Gombong : Benteng Van der Wijck, Benteng Segi Delapan, Hanya Ada Dua di Dunia
Benteng Martello, Tempat Wisata Eksotis Daya Tarik Pulau Kelor yang Penuh Kisah Dramatis
Mau Merayakan Paskah dan Wisata Religi? Berikut Daftar Gereja Unik dan Istimewa yang Dapat Dikunjungi
Tempat Wisata Eksotis Labuan Bajo: Dari Pantai Hingga Pulau Dan Komodo, Dijamin Healing To The Max Jika Kesana
Lebih Akrab Dengan Kain Songke Dari Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Berikut Beberapa Motif yang Populer