7 Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis di Tempat Umum

photo author
- Selasa, 20 Juni 2023 | 08:42 WIB
Ilustrasi Hipnotis
Ilustrasi Hipnotis

Terpantau.com -   Hipnotis seringkali menjadi topik yang menarik dan kontroversial dalam dunia psikologi. Banyak mitos dan ketidakpahaman yang mengelilingi praktik hipnotis, membuat banyak orang penasaran dan ingin tahu lebih banyak.

Hipnotis adalah keadaan kesadaran yang dimodifikasi di mana seseorang mengalami fokus perhatian yang mendalam dan respons yang tinggi terhadap sugesti. Ini biasanya dilakukan oleh seorang hipnoterapis yang terlatih, dengan tujuan membantu individu mengatasi masalah atau mencapai perubahan yang diinginkan dalam pikiran, perilaku, atau emosi mereka.

Hipnotis bukanlah sesuatu yang menakutkan seperti yang sering digambarkan dalam media. Ini adalah alat yang digunakan dalam bidang psikologi dan terapi untuk membantu individu mencapai perubahan yang diinginkan dalam hidup mereka.

Baca Juga: Keren! Satelit Indonesia Satria-1 Sukses Meluncur di Angkasa Dengan Roket Buatan Elon Musk

Di dunia psikiater dan psikolog, hipnotis digunakan secara bijak yang orientasinya hanya untuk menenangkan pasien cemas hingga depresi. Di mana pasien tersebut akan merasa di antara rasa sadar dan tidak sadarkan diri saat proses hipnotis berlangsung. Dengan demikian, kontrol diri akan cukup hilang.

Ilmu hipnotis pada 1843 sudah digunakan untuk praktik pengobatan oleh Dr James Braid melalui kekuatan sugesti. Kata hipnotis yang familiar ini juga berasal dari nama salah satu dewa tidur Yunani kuno, yaitu Hypnos. Jadi, tidak heran ketika orang-orang yang terkena hipnotis berperilaku seperti orang sedang tidur.

Sayangnya, hipnotis mulai banyak digunakan untuk praktik kejahatan dengan menggabungkan ilmu gaib yang biasa disebut gendam. Kejahatan gendam, akan mempengaruhi alam bawah sadar korban sehingga ia akan mengikuti apa saja yang pelaku katakan.

Taktik-taktik kejahatan yang digunakan pun cukup halus. Anda bisa mendapatinya dengan pelaku yang pura-pura menawarkan produk jualan dan memberi barang secara cuma-cuma. Lalu, menepuk tubuh, mengajak bicara, hingga menceritakan kesedihan yang ujungnya meminta sumbangan.

Mengutip dari laman Tempo.co, Selasa (20/6/2023) berikut 7 tips untuk menghindari kejahatan hipnotis ketika Anda berada di tempat umum:

Baca Juga: Lebih Kekinian dan Menarik, 20 Link Twibbon Hari Raya Idul Adha 2023 Untuk Dibagikan di Media Sosial

1. Hindari Berbicara Panjang Lebar dengan Orang Asing

Terdengar aneh jika ada orang asing yang memulai pembicaraan atau bertanya banyak hal. Namun, tidak semuanya harus dicurigai sebagai orang jahat. Perhatikan tutur katanya, jika ia berkomunikasi kepada Anda, jawablah seperlunya saja. Ciri pelaku hipnotis, mereka akan membuat Anda merasa empati sehingga emosi terkuras dan merasa iba terus-menerus. Jika Anda berhasil terjebak dengan mengikuti alur cerita, maka mudah juga terkena energi hipnotisnya. Lebih baik, hentikan segera pembicaraan tersebut.

2. Jangan Biarkan Pikiran Kosong

Di dalam perjalanan biasanya seseorang mudah berpikiran kosong. Pasalnya, orang-orang yang sedang keluar dari rumah banyak yang berniat untuk menghibur diri saat sedang dilanda gangguan mental seperti stres. Hal ini akan dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis untuk memberi pesan-pesan yang mudah mempengaruhi otak Anda. Begitu pula saat Anda berada di tempat umum. Usahakan untuk mencari sebuah kesibukan seperti membaca berita di ponsel, membaca buku, atau bermain gim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X