Kisah Inspiratif Dari Nia Asmady, Gadis Muda Indonesia Pembuatan Satria-1 Satelit Indonesia Terbesar di Asia

photo author
- Senin, 26 Juni 2023 | 10:14 WIB
Kisah Inspiratif dari Nia Asmady, anak muda Indoensia dibalik peluncuran Satria-1, satelit kebanggaan Indonesia
Kisah Inspiratif dari Nia Asmady, anak muda Indoensia dibalik peluncuran Satria-1, satelit kebanggaan Indonesia

Terpantau.com - Adipratnia Satwika Asmady, gadis muda yang berusia 29 tahun ini biasa disapa Nia merupakan sosok di balik suksesnya peluncuran Satelit Nusantara Tiga atau yang juga disebut Satelit Republik Indonesia (Satria-1). Satelit terbesar di Asia milik Indonesia.

Baca Juga: Ini Akting Kim Tae Ri Yang Sangat Dikagumi Di Episode 2 Revenant, Yang Bikin Merinding

Satria-1 merupakan satelit Indonesia yang meluncur menggunakan Roket Falcon 9 milik perusahaan Elon Musk, SpaceX, dari Florida pada 19 Juni 2023 lalu.

Dimana satelit Satria-1 ini berfungsi untuk memberikan akses internet yang merata ke berbagai wilayah Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Tidak ada yang menyangka bahwa ada anak muda yang memegang peranan penting di balik peluncuran satelit Satria-1 yang sempat dipamerkan para menteri hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Dimana nampak sekilas Nia seperti anak muda gaul pada umumnya, namun dibalik itu semua, dirinya punya tanggung jawab besar sebagai Customer Launch Director dalam peluncuran satelit terbesar di Asia tersebut.

Dalam sebuah kesempatan, Nia mencoba menceritakan lika liku dalam mengerjakan Satria-1.

Dimana Nia harus bekerja sama dimana mayoritas timnya adalah laki-laki, yang membuat ia harus bekerja keras dalam beradaptasi.

Baca Juga: Revenant Episode2, Mampukah San Yeong Dan Hae Sang Melindungi Orang-orang dari teror Roh Jahat?

"Jadi banyak laki-laki memang kita harus menyesuaikan dengan cara kerja dan sosialisasi dengan semuanya. Saya lebih menjadikan mereka tempat belajar," ujar Nia.

Sejak kecil Nia memang memiliki keinginan kecintaan dalam dunia satelit.

Nia merupakan lulusan Aerospace Engineering, menjadikan Nia berkeinginan untuk bekerja di dunia pesawat terbang, lebih spesifiknya pesawat tanpa awak.

"Jadi dulu bayangannya dan pengen kerja desain pesawat tanpa awak, cuji coba pakai remote control, seperti itu. Cuma memang hidup membawa saya ke dunia yang tidak bisa saya perkirakan, dan saya harus bertanggung jawab dengan setiap keputusan yang sudah saya ambil," imbuh Nia.

Setelah selesai mengenyam pendidikan S1 dan S2 di Negeri Paman Sam tersebut, Nia bertekat untuk kembali ke Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X