Apa Itu Gaya Hidup Sigma, Kepoin Yuk!

photo author
- Rabu, 23 Agustus 2023 | 17:13 WIB
Ilustrasi: Sigma Male
Ilustrasi: Sigma Male

Fokus terhadap Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri, tidak terikat dengan orang lain
Mencintai diri sendiri, tidak terikat dengan orang lain

Keuntungan pertama ketika kalian menerapkan gaya hidup seorang sigma adalah kalian akan lebih fokus terhadap diri sendiri.

Pada dasarnya, kehidupan di media sosial seringkali membuat kita lupa dengan diri sendiri. Kita mudah sekali tertrigger dengan apa yang orang lain lakukan atau kita terlalu mudah untuk mengikuti apa yang orang lain lakukan. Padahal, apa yang orang lain lakukan belum tentu sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Dan inilah yang menjadi keunggulan utama dari menjadi seorang Sigma. Kita akan fokus dengan tujuan dan keinginan sendiri. Kita tidak akan  mudah terpengaruh dengan apa yang orang lain lakukan. Selagi, hal tersebut ga ada hubungannya sama sekali dengan diri kita, kita akan memilih untuk menjauhi hal tersebut, guna mencapai apa yang kita inginkan.

Tidak Terikat dengan Orang Lain

Baca Juga: Nih, 5 Jenis Pekerjaan yang Bakal Digantikan AI dalam Dekade Mendatang

Sebagai seorang Sigma, kita setidaknya akan memiliki pemikiran untuk tidak menjadikan semua orang sebagai tanggung jawab bagi diri kita.

Inilah yang menjadi perbedaan antara menjadi seorang Alpha dengan menjadi seorang Sigma. Ketika seorang Alpha seringkali menganggap dirinya sebagai pemimpin dan terikat dengan kewajiban untuk memenuhi keinginan semua orang. Dengan menjadi Sigma, kita akan menjalani hidup tanpa merasa memiliki tanggungan

Karena jujur saja, sebagai manusia kita seringkali merasakan keterikatan dengan orang lain seperti teman, sahabat, kolega, dan bahkan keluarga justru membuat kita merasa hidup di bawah tekanan.

Kita akan merasa apa yang menjadi masalah mereka, akan menjadi masalah kita, apa yang menjadi kesedihan mereka, akan menjadi kesedihan kita, dan apa yang menjadi kebahagiaan mereka, akan menjadi kebahagiaan kita.

Dan ini yang akhirnya menjadi cukup trickey untuk menentukan apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita. Apakah perlu, kita melulu merasa memiliki tanggung jawab karena adanya ikatan tersebut?

Ya enggak.

Kitapun harus bisa bertanggung jawab dengan diri kita sendiri. Makanya, dengan menjadi seorang Sigma, setidaknya kita akan mengurangi ikatan-ikatan tersebut dengan tujuan agar diri kita terlepas dari perasaan terikat yang bikin nggak nyaman dan nggak fokus dengan kehidupan.

Pikiran Lebih Jernih

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: jak101fm

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X