lifestyle

Renungan Hari Rabu Abu: 'Hanya Debulah Aku Di Bawah KakiMu Tuhan'

Selasa, 6 Februari 2024 | 14:15 WIB
Renungan Hari Rabu Abu: 'Hanya Debulah Aku Di Bawah KakiMu Tuhan' (Bonsernews.com/Unsplash Thays Orrico)

Terpantau.com - Pada tanggal 14 Februari, sebagaimana  tradisi dari Gereja  Katolik  yang tercermin dalam kalender Liturgi 2024, masa Pra Paskah dimulai dengan hari Rabu Abu.

Dalam rangkaian Paskah, terdapat masa Pra Paskah yang terdiri dari 6 minggu, dan kemudian dilanjutkan dengan Pekan Suci. Tentunya renungan dari hari ke hari dapat berbeda.

Masa Pra Paskah diisi dengan puasa dan pantang. Juga yang tak kalah penting adalah merenung atau retreat yang artinya mundur. Mundur dari beberapa kebiasaan sehari-hari dengan maksud lebih memberikan ruang hati untuk mengadakan renungan pribadi.

Renungan hari ini adalah Renungan Hari Rabu Abu.  

Baca Juga: 5 Klenteng Terbesar Indah dan Megah Di Indonesia yang Mengundang Decak Kagum, Salah Satunya Tek Hay Kiong. Jelajahi Yuk!

Hanya debulah aku di bawah kakiMu Tuhan

Tentu   kami  sangat menghormati   tradisi   gereja   Katolik yang usianya telah berabad-abad dengan mewariskan  tanda-tanda tentang siklus kehidupan dan keselamatan. Tanda - tanda  itu  mengingatkan  orang  tentang  kehadiran Allah kepada manusia.

Melalui tanda-tanda itu pula Allah telah mengi-ngatkan   manusia   bahwa   ia   mampu sampai ke hadiratNya. Orang diingatkan kembali akan penyelenggaraan illahi dan belas kasihNya yang tak terputus.

Allah selalu hadir, bukan hanya dalam suasana kegembiraan, dan kemuliaan, melainkan juga dalam suasana perkabungan. Dalam suasana perkabungan itu abu adalah adalah materi yang dipakai sebagai simbol.

Orang diingatkan kembali lewat tanda perkabungan itu untuk masuk ke dalam suasana pertobatan, orang diingatkan kembali merendahkan diri menuju kemenangan kebangkitan Kristus.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Kuncup-Kuncup yang Menunggu Mekar'

Tanda itu oleh gereja diselenggarakan sebagai hari Rabu Abu yaitu hari pertama masa Prapaska dalam liturgi tahunan  gerejawi. 

Secara  perhitungan kalender, hari itu ditentukan jatuh pada hari Rabu, 40 hari sebelum hari Paskah tanpa menghitung hari - hari Minggu, atau 44 hari termasuk hari Minggu sebelum perayaan wafat Kristus pada hari Jumat Agung.

Nama Rabu Abu berasal dari pengolesan abu pertobatan di   dahi para  jemaat  disertai  dengan ucapan "Bertobatlah dan percayalah pada Injil" atau diktum "Ingatlah bahwa engkau adalah debu, dan engkau akan kembali menjadi debu".

Halaman:

Tags

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB