Terpantau.com - Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, dengan tokoh Eve, Erwin dan Ryan. Novel pentigraf ini, disajikan satu pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf yang berkesinambungan dengan pentigraf berikutnya.
Novel pentigraf novel Siwi Susilaningsih, berkisah tentang kisah cinta antara seorang perempuan unmarried, Eve beranak satu yang ditinggal suaminya karena hilang dalam satu kerusuhan politik. Pada saat mencari kejelasan tentang suaminya, ia bertemu dengan dua lelaki yaitu Erwin dan Ryan.
Kisah cinta antara Eve dan kedua lelaki tadi yaitu Erwin dan Ryan sangat unik. Disajikan dalam novel pentigraf, novel Siwi Susilaningsih ini serasa segar dan aktual. Bagaimana cerita yang terjalin sungguh memberikan warna baru bagi pembaca.
Baca Juga: Pangsit atau Jiaozi, Makanan Wajib yang Tak Boleh Ketinggalan Pada Perayaan Imlek. Ini Alasannya!
Eve bekerja di bidang yang berhubungan dengan parfum sesuai jurusan yang diambilnya sewaktu kuliah.
Erwin seorang akuntan publik, teman SMA suami Eve yang hilang.
Ryan, seorang artis atau seniman patung dan seni instalasi yang lain.
Stay Tune!
Bagian 5. Persemaian Hati Tuaian Jiwa.
Episode 155. Kuncup-Kuncup yang Menunggu Mekar
Menjelang siang hari aku pergi ke Muntilan kota untuk membeli segala keperluan Melania dan Ryan di Muntilan. Aku tak tahu ini murni Melania ingin aku menemani belanja atau dia ingin nggibah tentang Ryan dan Erwin. Sesampai di Muntilan kota, Melania membelokkan mobilnya di salah satu restoran. “Kita belanja makan siang disini ya, nanti kita bawakan untuk Erwin dan Ryan,” kata Melania. Aku setuju saja. Kami makan dan benar saja, Melania membicarakan tentang Ryan dan Erwin. Karena sudah di Muntilan kota, aku meminta Melania mengantarkan ke salah satu toko oleh-oleh biar besok hemat waktu langsung bisa cus balik Jakarta.
Baca Juga: Bagaimana Prospek Esther Yu Dalam Menggantikan Yang Mi Main Di Variety Show Great Ecsape ?
Kembali lagi ke kebun, makan siang untuk Erwin dan Ryan sudah siap juga beberapa tentengan oleh-oleh. Tapi siapa yang aku bawain oleh-oleh? Wah, aku lupa juga kalau aku sendirian. Jadinya kuputuskan sebagian yang kubeli kutinggal di kebun. Paling hanya Dullah dan Itoh yang harus kubawakan oleh-oleh.
Artikel Terkait
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Adalagi Ide Gila Melania'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Selalu Ada yang Baru dan Seru Disitu'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Memaknai Sunyi'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Meramu Untuk Memenangkan Hatimu'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Hanya Satu Kata: Aku Bahagia'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Seperti Terkena Aliran Listrik'
Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Yang Datang dan Yang Menanti'