lifestyle

Rangkaian dan Makna Ibadah Menyambut Hari Raya Paskah

Sabtu, 1 April 2023 | 09:50 WIB
Gereja Katolik Roma (Freepik)

Terpantau.com -  Pada hari Minggu, 9 April 2023 mendatang, umat Kristiani akan merayakan Hari Paskah. Oleh karenanya pekan ini menjadi pekan yang istimewa bagi umat Kristiani di seluruh dunia.

Pekan terakhir dalam Masa Prapaskah disebut dengan Pekan Suci. Gereja merayakan misteri keselamatan yang diwujudkan oleh Yesus Kristus sebagai Mesias pada hari-hari terakhir hidup-Nya, ketika Ia memasuki Yerusalem.

Masa Prapaskah, diawali Rabu Abu, berlangsung selama 40 hari yang merupakan masa tobat. Dalam masa tobat ini, umat beriman melaksanakan Retret Agung merenungkan misteri sengsara dan wafat Tuhan Yesus. Tobat ditandai dengan pantang dan puasa.

Baca Juga: Sajian Khas Ramadhan, Ini 6 Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan, Penuhi Nutrisi Saat Puasa

Selama Masa Prapaskah, kegiatan pendalaman iman,  jalan salib, puasa, pantang, dan amal sangat dianjurkan. Dalam Pekan Suci (satu pekan di mana hari-hari di dalamnya untuk merenungkan, menghayati hari-hari terakhir hidup Yesus sesudah memasuki kota Yerusalem sampai memasuki penderitaanNya di salib).

Sepanjang 1 minggu terdapat beberapa rangkaian dan makna ibadah liturgi perayaan Paskah dikutip dari bola.com sebagai berikut:

1. Minggu Palma

Minggu Palma (Freepik.com/author/freepik)

Hari Minggu Palma atau dikenal juga dengan Hari Minggu Palma, mengenangkan sengsara Tuhan merupakan hari peringatan dalam liturgi Gereja Kristen, terutama Gereja Katolik Roma. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu sebelum Paskah.

Perayaan ini merujuk pada peristiwa yang dicatat pada empat ayat di Injil, yakni Markus 11:1-11, Lukas 19: 28-44, Matius 11: 1-11, dan Yohanes 12: 12-19. Perayaan ini dikenang sebagai peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh banyak orang. Yesus masuk ke Kota Yerusalem merupakan hal yang istimewa karena Ia masuk ke kota suci sebelum disiksa, mati, dan bangkit dari kematian.

Minggu Palma disimbolkan dengan daun palem yang berarti kemenangan. Daun palem digunakan untuk menyatakan kemenangan Martir atas kematian. Martir kerap kali digambarkan dengan daun palem di antara tempat atau tambahan instrument dari kesyahidan.

Pada Minggu Palma tidak hanya mengenang kejayaan Yesus memasuki kota suci Yerusalem, tetapi juga mengenang kesengsaraan Yesus. Oleh sebab itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara. Umumnya, ibadah dilakukan dengan prosesi daun palem (melambai-lambaikan daun palem).

Kemudian, dilanjutkan dengan mendengarkan pembacaan kisa-kisah sengsara Yesus yang diambil dari Injil. Kisah-kisah tersebut juga akan dibacakan ulang pada liturgi Jumat Agung dengan pemaknaan yang berbeda.

Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma bertujuan agar umat paham dengan kemuliaaan Yesus tidak hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem. Namun, juga pada peristiwa kematian-Nya di kayu salib.

Halaman:

Tags

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB