Terpantau.com - Desa wisata Kole Sawangan merupakan salah satu desa yang terletak di kaki Gunung Sad’oko, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Desa ini berada di ketinggian 1.344 mdpl, yang dikelilingi pemandangan hijau berupa pemandangan gunung, lembah dan perbukitan.
Desa wisata Kole Sawangan merupakan destinasi wisata unggulan sebagai desa wisata di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Indahnya pesona desa wisata Kole Sawangan penuh dengan segudang kekayaan, mulai dari ragam suku dan budayanya.
Saat berada desa ini, wisatawan bisa merasakan suhu desa wisata Kole Sawangan yang bervariasi, dengan 12°C di malam dan pagi hari, hingga 28°C di siang hari.
Baca Juga: Buah Apel, Si Manis Dengan Segudang Manfaat Mengejutkan Untuk Kesehatan
Keunikan dan Daya Tarik Wisata: Bangunan Adat Tertua Toraja
Kekuatan adat dan budaya menjadi daya tarik utama dari desa wisata Kole Sawangan. Seperti kawasan Tana Toraja pada umumnya, di desa wisata ini wisatawan bisa menemui deretan Tongkonan atau rumah adat orang Toraja yang indah nan megah. Adapun Tongkonan merupakan rumah panggung tradisional masyarakat Toraja berbentuk persegi empat panjang.
Namun keistimewaan Tongkonan di desa wisata Kole Sawangan adalah wisatawan dapat melihat salah satu Tongkonan tertua di Toraja! Tongkonan tersebut awalnya dibangun pada tahun 1200 dan beratap batu. Namun pada tahun 1939, Tongkonan tersebut terbakar lantas baru dipugar 7 tahun kemudian.
Melalui Tongkonan tersebut, wisatawan akan mendapatkan gambaran betapa bersahajanya masyarakat Toraja yang sangat menghormati budaya leluhur.
Selain sebagai tempat tinggal, Tongkonan juga memiliki peranan kuat sebagai tempat rumpun keluarga dalam melaksanakan upacara-upacara yang berkaitan dengan sistem kepercayaan, sistem kekerabatan, dan sistem kemasyarakatan.
Puas menyusuri bagian dalam, di bagian depan Tongkonan tertua tersebut wisatawan bisa melihat deretan tanduk kerbau yang terpajang. Tanduk kerbau itu merupakan simbol bahwa pemilik rumah adalah tuan yang sudah melakukan upacara “rambu solo’ “ yaitu sebuah upacara pemakaman secara adat atau pesta sebagai tanda penghormatan terakhir kepada mereka yang telah meninggal dunia.
Tidak hanya itu, di desa wisata Kole Sawangan juga terdapat kuburan batu Saluliang. Ini juga merupakan salah satu kuburan batu tertua di Toraja yang berdiri sejak tahun 1215 dan masih digunakan sampai saat ini! Batu-batu besar yang berjejer mengikuti kontur tanah itu dilubangi dan dipahat menjadi liang kubur.
Kuburan batu ini memiliki liang terbanyak dari semua kuburan batu yang ada di Toraja yakni sebanyak 107 buah. Saluliang juga merupakan tempat pemujaan leluhur aluk todolo. Aluk Todolo sendiri merupakan agama leluhur nenek moyang suku Toraja.