Terpantau.com - China merupakan salah satu negara dengan tingkat ekonomi yang paling kuat di dunia.
Dalam satu dekade terakhir, China menjelma menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia bersanding dengan negara adidaya Amerikas Serikat maupun Eropa.
Baca Juga: Sulit Berteman? Ikuti 3 Cara ini agar Tak Kesepian
Namun meski China memiliki ekonomi yang kuat, ternyata warganya khususnya anak-anak muda di negeri tirai bambu tersebut memiliki gaya hidup yang jauh dari konsumtif.
Anak-anak muda China yang tadinya memiliki gaya hidup boros dan konsumtif saat ini mulai mengubah gaya hidupnya.
Dikutip Terpantau.com dari Instagram @stockup_indonesia pada Jumat (30/9/2022), perubahan gaya hidup ditunjukkan dengan meminimalisir pengeluaran sebagai bentuk penghematan.
Doris Fu, wanita berusia 39 tahun yang bekerja sebagai konsultan pemasaran di Shanghai, China, membagikan pengalamannya terkait tren gaya hidup irit anak muda di negaranya.
Ganti skincare dengan yang murah
sudah meninggalkan gaya hidup glamornya dengan berhenti melakukan perawatan kuku alias menikur.
Fu juga telah mengganti merek bedak riasnya dari Givenchy ke merek lokal bernama Florasis, di mana harganya sekitar 60% lebih murah.
Tak hanya itu, Fu memilih untuk tidak memperbarui tempat tinggal dan mobilnya menjadi lebih bagus, meskipun ia memiliki uang untuk menghemat uang.
Kondisi ekonomi semakin tidak pasti
"Mengapa saya tidak berani memperbarui tempat tinggal dan mobil saya, bahkan jika saya punya uang? Itu karena semuanya makin tidak pasti," ungkap Fu.
Fu melihat ekonomi China berada di ambang ketidakpastian, karena lockdown dimana-mana, pengangguran semakin tinggi, dan pasar properti pun mulai goyah.