Terpantau.com – Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan sebagai salah satu dari Sembilan kabupaten/kota atau KaTa Kreatif di Indonesia. Kreativitas sumberdaya manusia di dua sentra industri batik layak diapresiasi.
Program KaTa Kreatif adalah salah satu program prioritas dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf Republik Indonesia untuk mendorong kolaborasi pentahelix untuk menumbuhkan sektor ekonomi kreatif, salah satunya melalui sentra industri batik.
Dengan kolaborasi pentehelix dalam program KaTa kreatif, diharapkan sektor ekonomi kreatif seperti sentra industri batik bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Pentahelix menurut Arif Yahya adalah kolaborasi 5 unsur subjek atau stakeholder pariwisata, yaitu: akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.
Sumber utama kekuatan Bantul saat ini terletak pada sumberdaya manusia kreatif atau komunitas yang dimiliki.
Salah satu industri kreatif yang ada di Bantul adalah industri kreatif Batik. Pada sektor ini setidaknya ada dua sentra industi batik.
Kita kulik yuuk.
Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional, Kenali 11 Motif Batik Paling Populer
1. Sentra Industri Batik Wijirejo
Desa Wijirejo menjadi salah satu sentra batik Bantul ternama.
Hasil produksi batik dari Wijirejo ini merajai pangsa lokal dan nasional bahkan batik yang dihasilkan dari salah satu desa di Kabupaten Bantul ini bahkan telah diekspor di luar negeri, seperti ke Jepang.
Batik yang ditawarkan dari Wijirejo sama seperti jenis batik lainnya yaitu batik tulis, batik cap dan batik kombinasi.
Batik kombinasi ini dilukis diatas bahan mori biasa, doby, shantung dan sutera.
Untuk harganya tergantung dari bahan dan teknik membatik yang digunakan untuk memproduksi batik itu sendiri.
2. Sentra Industri Batik Wukirsari, Giriloyo
Artikel Terkait
Menyambut Hari Batik Nasional, Mari Berkunjung Ke Museum Yang Memiliki Koleksi Batik
Peringati Hari Batik Nasional, Siswa Madrasah Ibtidaiyah Thoriqul Hidayah 1 Pilang Membatik Bersama