Arti dan Makna 12 Shio Dalam Astrologi Tionghoa

photo author
- Kamis, 19 Januari 2023 | 12:40 WIB
Mitos urutan 12 shio yang populer (Foto: Freepik.com/rawpixel.com)
Mitos urutan 12 shio yang populer (Foto: Freepik.com/rawpixel.com)

Terpantau.com – Leluhur atau nenek moyang Tionghoa telah menciptakan 12 shio yang berpasangan dalam siklus 6 kali putaran.  Harapan para leluhur Tionghoa terhadap semua anak cucu orang Tionghoa.

Berbagai kebudayaan yang terpengaruh adat Tionghoa juga memiliki tradisi shio, meski sebagian hewan dalam shio memiliki perbedaan. Shio (生肖, Shēngxiào) adalah dua belas hewan yang mewakili tahun, bulan, dan jam tertentu dalam astrologi Tionghoa

Lambang hewan shio hanya ditetapkan berdasarkan tahun, penetapan lambang hewan shio ini didasarkan atas bulan, hari dan jam.

Baca Juga: Panita ATF 2023 Sediakan Paket Wisata Gratis Bagi Delegasi Untuk Eksplorasi Destinasi Wisata

Bukan hanya harapan saja, melainkan juga ajaran nenek moyang kepada anak cucunya, supaya bisa mengingat dan mengerti semua makna 12 shio dalam menapaki kehidupan sebagai orang Tionghoa.

1. Pasangan pertama: Tikus dan Sapi

Tikus melambangkan kecerdikan dan kebijaksanaan, sedangkan Sapi melambangkan ketekunan dan rajin bekerja. Kecerdasan dan kebijaksanaan harus bergabung dengan ketekunan dan semangat rajin bekerja secara erat. Kalau hanya cerdas tetapi pemalas, akan muncul sifat sebagai sok pandai dan omong doang saja. Sebaliknya kalau cuma rajin tanpai pakai otak maka mudah terjerumus sebagai sifat dungu yang mudah diperbudak oleh orang lain. Maka dari itu keduanya harus digabungkan secara erat, ini adalah kelompok pertama dan merupakan harapan terpenting leluhur kita terhadap generasi berikutnya.

2. Pasangan kedua: Harimau dan Kelinci

Harimau melambangkan keberanian, dan Kelinci melambangkan kehati-hatian. Keberanian harus digabung dengan sifat hati-hati, baru bisa tumbuh menjadi sifat bernyali besar dan cermat. Jika hanya berani dan mengandalkan kekuatan saja, maka akan menjadi sembrono dan ugal-ugalan. Sebaliknya terlalu hati-hati saja tanpa keberanian, maka akan jatuh kedalam sifat penakut. Pasangan ini juga sangat penting, maka dimasukkan sebagai pasangan yang kedua. Karena itu saat orang Tionghoa sedang menunjukkan rasa hati-hati dengan banyak perhitungannya, maka jangan menganggap mereka itu penakut dan tidak punya keberanian! Sebenarnya, nenek moyang kita selalu mengejar sebuah gabungan yang sempurna antara kecerdasan dan kebijaksanaan dalam kondisi keharmonisan, tidak pernah hanya memberikan tugas dan tuntutan tunggal saja.

3. Pasangan ketiga: Naga dan Ular

Naga melambangkan keras penuh kekuatan, dan Ular melambangkan lemah lembut. Sifat terlalu keras justru mudah patah, namun kalau hanya bisa lemah lembut, maka akan mudah kehilangan prinsip dan arah tujuannya, karena itu sifat keras dan lemah lembut harus saling mengisi, ini adalah nasehat nenek moyang kita sepanjang masa.

4. Pasangan keempat: Kuda dengan Kambing

Kuda melambangkan sifat yang maju terus langsung menuju sasaran atau tujuannya. Kambing melambangkan sifat damai dan kompromis. Kalau seseorang hanya maju terus pantang mundur ingin mencapai keinginannya tanpa memikirkan situasi disekitarnya, pasti akan bersinggungan dengan banyak pihak, akhirnya tetap belum tentu bisa mencapai tujuannya. Sebaliknya kalau selalu kompromi dan damai-damai aja tanpa prinsip, maka dia akan segera kehilangan arah tujuan dan cita-citanya. Karena itu sifat ingin maju terus pantang mundur harus dilengkapi dengan sifat yang bisa kompromi penuh kedamaian. Ini adalah nasehat nenek moyang kita yang keempat.

5. Pasangan kelima: Kera dan Ayam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: Tionghoa.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memilih Format CV: ATS Friendly atau Kreatif?

Senin, 15 Juli 2024 | 09:12 WIB

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

Kamis, 11 Juli 2024 | 12:21 WIB
X