Terpantau.com – Singkawang, salah satu kota yang berada di Kalimantan Barat ini ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki keistimewaan tersendiri. Keanekaragaman masyarakat Tionghoa, Dayak dan Melayu hingga kadang masyarakat Singkawang di singkat menjadi CiDaYu.
Karena banyaknya jumlah masyarakat Tionghoa di kota ini sehingga sering juga disebut sebagai kota Amoy. Hal ini karena Singkawang menjadi tempat tinggal etnis Tionghoa terbesar di Indonesia.
Banyak orang yang tidak mengira kalau di Kota Singkawang banyak terdapat beberapa fakta unik dan menarik yang tidak dapat ditemui di wilayah lain. Jadi pantas saja istilah “Mutiara Terpendam di Kalimantan Barat” sangat tepat di sematkan untuk kota ini.
Baca Juga: Cantiknya Desa Wisata Dieng Kulon, Pesonanya Bak Negeri di Atas Awan
Baca Juga: Selamat! Indonesia Raih 20 Penghargaan di ASEAN Tourism Forum (ATF) Awarding Ceremony 2023
Singkawang memiliki banyak keunikan yang tidak bisa kalian temukan di tempat lain. Berikut 10 fakta unik seputar Singkawang, Kalimantan Barat seperti dilansir Terpantau.com dari laman Kemenparekraf yang perlu kalian ketahui:
Destinasi Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh di Singkawang seakan menjadi salah satu festival paling ditunggu-tunggu, dan selalu berhasil menarik perhatian para wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Cap Go Meh di Singkawang biasanya diadakan untuk menutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek, tepatnya pada hari ke-15 setelah Imlek.
Menjelang Cap Go Meh, biasanya dimeriahkan dengan beberapa acara. Mulai dari pawai lampion, hingga pemberkatan tatung di wihara-wihara. Tujuannya untuk membersihkan kota dari roh-roh jahat, agar masyarakat Singkawang selalu diberkati sepanjang tahun.
Masjid dan Wihara Berdampingan
Masjid dan Wihara, fakta unik Kota Singkawang berikutnya adalah tempat ibadah yang saling berdampingan. Keberadaan Wihara Tri Dharma Bumi Raya yang berseberangan dengan Masjid Raya Singkawang, merupakan salah satu simbol kerukunan antar umat beragama di Singkawang.
Wihara dengan sebutan Pekong Toa ini sudah berumur 200-an tahun, dan selalu dijadikan salah satu pusat perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Sementara, Masjid Raya Singkawang sudah berdiri sejak 1885, lalu dipugar lagi pada 1936. Uniknya, bangunan ini termasuk termasuk masjid terbesar di Kota Singkawang.
Kerukunan Beragama
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Pada 2018, Kota Singkawang dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia oleh Setara Institute. Penghargaan ini karena kehidupan masyarakatnya yang harmonis dalam perbedaan. Singkawang mayoritas dihuni oleh suku Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Meski begitu, perayaan hari besar setiap agama yang ada di Singkawang selalu meriah.
Artikel Terkait
Sembilan Replika Naga Akan Tampil di Singkawang Saat Imlek dan Cap Go Meh
Lampion Raksasa Hiasi Kelenteng Sambut Tahun Baru Imlek Di Kalimantan Barat
Hanya Ada Di Singkawang, Pawai Atraksi Tatung Penuh Ketegangan Dalam Perayaan Cap Go Meh