Puan Maharani Kunjungi Industri Rumahan Kelapa Gula dan UMKM Batik di Banjarnegara

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Jumat, 2 Februari 2024 | 07:15 WIB
Puan Maharani Kunjungi Industri Rumahan Kelapa Gula dan UMKM Batik di Banjarnegara (Istimewa)
Puan Maharani Kunjungi Industri Rumahan Kelapa Gula dan UMKM Batik di Banjarnegara (Istimewa)

Terpantau.com - Setelah dari Purbalingga, Ketua DPR RI Puan Maharani bertolak ke Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Di Banjarnegara, Puan meninjau industri rumahan Kelapa Gula dan UMKM Batik.

Puan datang ke industri rumahan Kelapa Gula yang berada di Desa Gumelem, Banjarnegara, milik Pak Raswan.

Selain Raswan, sejumlah warga di desa ini juga memproduksi gula kelapa di mana dalam satu hari setiap industri rumahan mampu membuat 5Kg gula kelapa yang bahannya diambil sendiri dari kebun.

Baca Juga: Ishtar, Salah Satu Simbol Valentine: Dewi Cinta yang Cantik dan Berani, Punya Banyak Kekasih. Simak Yuk Bionarasinya

Di rumah Raswan, Puan mencoba mengaduk gula kelapa di tungku dan memasukkan adonan ke dalam cetakan. Produk gula kelapa di Desa Gumelem baru dipasarkan hanya kepada pengepul yang masih merupakan tetangga produsen.

“Industri rumahan gula kelapa ini cukup memiliki potensi dan harus didukung dari sisi pemasaran, pemodalan, dan pembinaannya,” jelas Puan.

Dari industri rumahan gula kelapa, Puan lalu mengunjungi UMKM batik yang jaraknya hanya sekitar 300 meter. Di tempat usaha batik bernama Batik Giat Usaha itu Puan melihat proses pembatikan.

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 5 Persemaian Hati Tuaian Jiwa, 'Meramu Untuk Memenangkan Hatimu'

Puan pun ikut membatik bersama para pembatik yang sedang mengerjakan motif Sekargiring, Jahean, Suruan (daun sirih), hingga batik Barong. Sambil membantu membatik, cucu Bung Karno tersebut sesekali berbincang dengan para pembatik.

Menurut pembatik, motif rumit seperti batik Barong yang memiliki banyak detail membutuhkan waktu sampai seminggu untuk pengerjaannya. Sementara motif yang lebih mudah seperti Sekargiring bisa dikerjakan hanya dalam beberapa hari.

Setidaknya ada 25 pembatik di Desa Gumelem. Ada juga pembatik yang tinggal di workshop Batik Giat Usaha.

Baca Juga: Arthur Chen Kembali dalam film Offering Salted Fish to Master, Setelah Skandalnya Dengan Seorang Influencer yang Membuatnya Vakum Selama Satu Tahun

Kepada Puan, pelaku usaha menyatakan harga 1 lembar batik tulis dibanderol paling murah harga Rp 200 ribu dan termahal bisa mencapai Rp 1 juta. Produksi batik dari tempat ini dijual secara offline dan online, serta pernah dikirim hingga ke China dan Jepang.

Puan menegaskan dukungannya agar batik tulis lokal seperti dari Banjarnegara dapat memperluas pasar hingga pasar internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X