Terpantau.com Presiden Jokowi menegaskan Indonesia harus segera mewujudkan ekosistem kendaraan listrik. Hal itu dilakukan dalam upaya menyetarakan Indonesia dengan negara-negara maju lainnya.
Ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) diyakini mampu membuat Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju lainnya. Presiden Jokowi mengatakan Indonesia perlu meniru sejumlah negara tetangga seperti Taiwan dan Korea Selatan dan Jepang yang mampu melakukan loncatan untuk menjadi negara maju.
"Saya lihat apa sebabnya, ternyata mereka memiliki barang, memiliki produk yang dihasilkan SDM mereka yang menyebabkan negara lain tergantung pada dia. Kita sekarang negara berkembang tapi keinginan untuk menjadi negara maju itu harus, dengan cara apapun harus," kata Presiden Jokowi, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Peraturan Teknis Insentif Kendaraan Listrik Terbit Awal Maret
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan Korea Selatan bisa menjadi negara maju karena memiliki digital komponen yang dibutuhkan perusahaan di seluruh negara. Sedangkan Taiwan memproduksi chip yang dibutuhkan perusahaan besar di semua negara.
"Oleh sebab itu kita juga harus memiliki produk barang yang negara lain tergantung pada kita," ujarnya.
Presiden Jokowi menegaskan Indonesia memiliki sumber daya alam berupa nikel yang merupakan bahan mentah dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. Adapun baterai kendaraan listrik akan sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain.
"Karena kita nikel punya, nikel kita memiliki, tembaga kita memiliki, timah kita memiliki, bauksit kita memiliki, karena semua komponen yang dibutuhkan untuk mobil listrik itu ada di indonesia," katanya.
Baca Juga: Kemenperin Tegaskan Tidak Semua Pabrikan Otomotif Peroleh Insentif Kendaraan Listrik
Saat ini, Indonesia harus mengintegrasikan nikel yang dari Sulawesi, tembaga dari Sumbawa dan Papua, Timah dari Bangka Belitung serta Kalimantan Barat menjadi baterai kendaraan listrik.
"Menjadi mobil listrik yang ke depan itu semua negara akan membutuhkan dan nilai tambah yang kita akan dapat itu bisa berlipat lipat. Jangan sampai kita sudah berpuluh-puluh tahun bahkan beratus tahun dari zaman VOC yang diekspor itu selalu bahan mentah, selalu raw material sehingga nilai tambah kita nggak punya," katanya.
Artikel Terkait
Spesifikasi dan Harga Alva One, Motor Listrik Canggih dan Lincah
Digugat Uni Eropa Soal Nikel, Indonesia Ajukan Banding ke WTO
Digugat Uni Eropa Soal Nikel, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Strategi untuk Banding ke WTO
Yamaha Dukung Rencana Pemerintah Beri Subsidi Motor Listrik
Yuk Berburu Motor Listrik, Pemerintah Siap Kucurkan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Maret 2023