ASEAN Diprediksi Akan Menjadi Ekonomi Terbesar ke-4 di Dunia Pada 2030

photo author
- Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:07 WIB
Presiden Jokowi memotong tumpeng dalam peringatan HUT ke-56 ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Selasa, 8 Agustus 2023.
Presiden Jokowi memotong tumpeng dalam peringatan HUT ke-56 ASEAN di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Selasa, 8 Agustus 2023.

Terpantau.com -  Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN, tengah mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di panggung global. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Houm dalam pernyataannya pada Peringatan HUT ke-56 ASEAN di Jakarta, Selasa (8/8/2023), ada banyak pencapaian penting yang telah dicatat sejak berdirinya ASEAN.

Dia menjelaskan bahwa ASEAN saat ini menempati ekonomi terbesar ketiga di Asia, dan kelima terbesar di dunia, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 3,7 triliun dolar AS atau Rp56.299 triliun.

"Pada tahun 2030, ASEAN diproyeksikan akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia, yang menunjukkan potensi yang sangat besar untuk membawa lebih banyak lagi kemakmuran dan peluang bagi masyarakat ASEAN," ujarnya.

Baca Juga: Minimal 4 Ribu Langkah Sehari Bisa Mengurangi  Risiko Kematian Dini, Lebih Sering Berjalan Kaki, Lebih Baik

Baca Juga: Lirik 4 Lagu Wajib Nasional yang Sering Dinyanyikan di Hari Kemerdekaan Indonesia

Kao Kim Hourn mengungkapkan bahwa bulan Juli sebelumnya, ASEAN telah meluncurkan ringkasan integrasi ekonomi yang berisi laporan tentang prospek ekonomi kawasan tersebut. Menurut laporan ini, salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat di ASEAN adalah populasi muda. Sekitar 60% dari total populasi ASEAN saat ini berusia di bawah 35 tahun. Dengan demografi yang dinamis ini, diperkirakan setengah dari penduduk ASEAN akan menjadi bagian dari masyarakat kelas menengah pada tahun 2030.

Dalam konteks ketegangan geoekonomi yang tengah berlangsung, Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan potensi ASEAN sebagai mediator netral. Posisi ini memungkinkan negara-negara Asia Tenggara untuk memanfaatkan peluang dalam mengembangkan rantai nilai global. Mahendra mendorong ASEAN untuk tidak hanya melayani pasar dalam negeri, melainkan juga meningkatkan ekspor ke luar kawasan. Menurutnya, dalam saat-saat kompetisi geoekonomi ini, banyak negara yang berusaha mengalihkan investasi mereka ke berbagai belahan dunia. Dalam hal ini, netralitas ASEAN menjadi keunggulan yang berpotensi besar.

Meskipun begitu, untuk tetap mempertahankan momentumnya, ASEAN perlu memperkuat integrasi ekonomi. Ini melibatkan upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan tingkat inflasi, serta memberikan peluang yang lebih besar bagi investasi dan perdagangan di wilayah ini. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Suci Andrianti

Sumber: goodnewsfromindonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X