news

Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian

Minggu, 12 November 2023 | 14:15 WIB
Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian (Pixabay/ Ekoanug & wartapemeriksa.bpk.go.id)

 

Terpantau.com – Baru-baru ini Kementan mengeluarkan rilis Nomor: 574/R-Kementan/11/2023. Dalam rilis itu dikatakan bahwa sejalan dengan Kementan, Indef mengajak ekonom dan akademi bangun pertanian.

Direktur Eksekutif Indef, Ahmad Tauhid mengajak para ekonom dan akademisi untuk membangun sektor pertanian Indonesia sebagai upaya bersama dalam memperkuat perekonomian nasional.

Menurut Tauhid, langkah tersebut perlu dilakukan mengingat laju pertumbuhan ekonomi 2023 hanya tumbuh 4,94 persen.

"Ini merupakan signal dan tantangan kita bahwa dibutuhkan beragam terobosan agar ekonomi kita mengalami perbaikan bukan hanya dari sisi fiscal,” ujar Tauhid, Kamis , 9 November 2023.

Baca Juga: 3 Dari Four Little Heavenly Kings Masuk 10 Besar. Siapa Raja Endorsement 2023? Wang Yi Bo, Xiao Zhan, Wu Lei?

’Namun juga dari sisi moneter agar kualitas perekonomian dan kesejahteraan petani semakin membaik."

Tauhid mengatakan, situasi domestik perlu diwaspadai bersama mengingat Indonesia baru saja melewati musim kering el nino selama enam bulan lebih.

Baginya, cuaca ekstrem tersebut telah mempengaruhi kehidupan masyarakat terutama pada persoalan ketahanan pangan.

"Berangkat dari hal itu perlu kerjasama yang kuat dari seluruh stakeholder baik masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media bahkan kalangan akademisi untuk menormalisasi perekonomian.”

Baca Juga: Profil Ratu Kalinyamat, Pahlawan Nasional Dari Jepara. Sosok Perempuan Pemberani Melawan Portugis

“Karenanya perlu aksi-aksi nyata dalam proses perbaikan dengan melihat tantangan dan peluang yang terjadi," katanya.

Sejalan dengan hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para akademisi untuk terlibat langsung pada program akselerasi percepatan produksi padi dan jagung di lahan rawa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, saat ini ada lebih dari 10 juta hektar lahan rawa yang berpotensi menambah daya gedor produksi nasional. Dari semua lahan tersebut, beberapa di antaranya sudah menghasilkan produktivitas sebanyak 5 ton per hektare.

Halaman:

Tags

Terkini