Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2023, DPR RI Desak Kementan Genjot Produksi Pangan

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Kamis, 15 Desember 2022 | 09:52 WIB
ilustrasi minyak goreng
ilustrasi minyak goreng

Terpantau.com Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta stakeholder terkait pangan, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menggenjot produksi pangan. 

Peningkatan produksi bahan pangan harus dilakukan untuk menekan kenaikan harga jelang libur Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

“Ya harus genjot produksi. Kalau produksinya banyak, otomatis harga turun. Tadi juga minyak goreng yang diinisiasi oleh Kemendag, namanya Minyak Kita. Semula harganya Rp 14.000 sekarang Rp 14.500. Harus diantisipasi pasokannya. Kalau pasokannya lancar, insha allah, tidak bakal ada kenaikan lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Kementan Pastikan Ketersediaan Gula dan Minyak Goreng Cukup untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023

Selain itu, Sudin menerangkan hasil dari Inspeksi Mendadak (sidak) itu terungkap bahwa terdapat kenaikan harga beras medium yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023. 

Semula harga beras medium berkisar di angka Rp 10.000 hingga Rp 10.200 per kilogram, kini harganya naik menjadi Rp 12.000 hingga Rp 12.500 per kilogram.

“Apakah teori supply and demand masih berlaku? Kalau suplainya banyak otomatis kan harganya turun. Kalau suplainya sedikit kan otomatis harganya naik. Masalah daging sapi juga sekarang sudah mencapai Rp 140.000 per kilogram,” katanya.

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Daging Sapi Lada Hitam untuk Ide Makan Siang Enak!

Selain itu, dari pantauan juga terungkap bahwa kenaikan harga signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit. Yang semula harga cabai rawit berkisar di angka Rp 30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 50.000 per kilogram. 

“Berarti naik hampir dua kali lipat,” ujarnya.

Dalam blusukan tersebut, DPR RI mendapati harga ayam potong yang sudah mencapai Rp 34.000 per kilogram. Padahal, kondisi saat ini, menurut Sudin, masih jauh dari situasi Natal 2022 yang menurut siklus tahunan akan ada kenaikan konsumsi jelang Natal dan Tahun Baru 2023.

Meskipun demikian, Sudin meyakini bahwa pemerintah sudah mengantisipasi siklus tahunan dari adanya Nataru ini. Hal itu ditunjukkan dengan sudah terbentuknya lembaga Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang salah satu tugasnya adalah menjaga stabilitas harga dan inflasi.

“Dulu kan tidak ada Badan Pangan Nasional. Jadi regulasinya suka-suka pedagang. Sekarang ada Neraca Pangan. Mudah-mudahan dengan adanya Bapanas semua berjalan dengan baik akan terjadi, suplai stabil agar tidak terjadi lonjakan harga,” tambahnya.

Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, DPR RI Pantau Kenaikan Harga Tiket Transportasi Umum

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo menjelaskan beberapa komoditas pangan di Pasar Rau Serang tersebut ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Salah satunya Harga Acuan Pembelian (HAP) ayam broiler sebesar Rp 36.500, tetapi di pasaran masih di bawah Rp 34.000. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X