Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Minggu, 12 November 2023 | 14:15 WIB
Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian (Pixabay/ Ekoanug  & wartapemeriksa.bpk.go.id)
Sejalan: Kementan dan INDEF Ajak Ekonom dan Akademisi Bangun Pertanian (Pixabay/ Ekoanug & wartapemeriksa.bpk.go.id)

Baca Juga: Novel Pentigraf Eve, Novel Siwi Susilaningsih Bagian 3 Cakrawala Baru, 'Kamu Layak Untuk Cantikku'

"Ke depan kita akan tingkatkan menjadi 7 ton per hektare. Jadi yang IP nya 1 kita naikan jadi 2 atau menjadi 3. Semuanya perlu kolaborasi dan kerja keras untuk memaksimalkan lahan rawa yang ada.”

“Karena itu saya mengajak para akademisi, para pakar ekonomi dan semua pihak agar terlibat dalam akselerasi ini," katanya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa kontribusi ekonomi sektor pertanian pada triwulan III 2023 mengalami pertumbuhan positif sebesar 13,57 persen.

Baca Juga: Profil Stadion Manahan, Salah 1 Dari 4 Stadion Tempat Pertandingan Dan Laga Final Sepakbola Piala Dunia U-17

Dengan angka sebesar itu, pertanian berada di posisi kedua setelah industri pengolahan yang tumbuh 18,75 persen.

Tren positif ini berhasil memberi kontribusi 65,32 persen pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di triwulan III 2023.

"Semua sektor melanjutkan tren pertumbuhan yang positif sehingga memberikan kontribusi sebesar 65,32 persen terhadap PDB triwulan III 2023," ujar Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Berita Resmi Statistik BPS, Senin kemarin.

Baca Juga: Profil GBT Atau Gelora Bung Tomo, Salah 1 Dari 4 Stadion Tempat Pertandingan Piala Dunia Sepakbola U-17

Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menegaskan bahwa sektor pertanian secara konsisten terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Saat ini, di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementan akan terus mengawal transformasi dari pertanian tradisional ke modern.

Tranformasi ke pertanian modern akan mampu meningkatkan produksi yang turut berdampak kepada pertumbuhan ekonomi.

"Kementan terus berupaya meningkatkan produksi untuk menumbuhkan ekonomi. Kami terus mengintervensi teknologi mekanisasi, kemudian menyiapkan benih unggul, pupuk dan juga sarana prasarana lainnya demi bisa meningkatkan produktivitas pertanian kita," jelasnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: kementan.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X