Terpantau.com Dalam rangkaian kegiatan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak menyatakan pemerintah negaranya siap memenuhi kewajiban sebagai syarat untuk menjadi anggota penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Timor Leste untuk pertama kali menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN setelah pada November 2022 diterima secara prinsip sebagai anggota ke-11 organisasi regional itu.
“Kami sudah mengambil langkah untuk membangun infrastruktur yang penting, sesuai dengan peta jalan yang telah disepakati,” kata Taur Matan Ruak saat memberikan sambutan pada pembukaan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, NTT, Rabu (10/5/2023).
Baca Juga: KTT ASEAN 2023, Indonesia Tegaskan Siap Bantu Timor Leste Jadi Anggota Penuh ASEAN
Saat ini, Timor Leste sudah memperluas Bandara Nicolau Lobato di Ibu Kota Dili dan menjamin adanya komunikasi yang aman melalui kabel optik bawah laut.
Selain itu, Timor Leste mulai memperbaiki kondisi layanan untuk para pemimpin dan wisatawan yang akan datang ke fasilitas-fasilitas perdagangan, seperti restoran dan tempat-tempat konferensi.
Taur Matan Ruak menegaskan, bergabungnya Timor Leste ke dalam ASEAN merupakan momen penting di tengah persaingan global dan dinamika kawasan yang dinamis.
“Bersama dengan ASEAN, kami akan menjadi sejahtera. Kami akan menjadi salah satu pemimpin di kawasan ASEAN yang dapat dipercaya. Kami akan menjadi mitra Anda,” katanya.
Timor Leste secara resmi mengajukan diri untuk menjadi anggota ASEAN pada 2011. Namun demikian, permohonan itu baru disetujui pada KTT di Phnom Penh, Kamboja, pada November 2022.
Pada 13 Februari 2023, Taur Matan Ruak bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia, yang menjalankan Keketuaan ASEAN 2023, tengah mempersiapkan peta jalan untuk keanggotaan penuh Timor Leste dalam ASEAN.
Peta jalan tersebut merupakan langkah yang harus ditempuh Timor Leste untuk partisipasi penuh, termasuk perjanjian atau traktat yang ada dalam tiga pilar ASEAN; politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.
ASEAN didirikan di Bangkok, Thailand, pada 8 Agustus 1967 dan saat ini beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, serta Vietnam.