6 Keunikan Maleo Senkawor Burung Endemik yang Jadi Logo Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo

photo author
Siwi Susilaningsih, Terpantau
- Selasa, 9 Mei 2023 | 21:15 WIB
6 Keunikan Maleo Senkawor Burung Endemik Khas Sulawesi yang Jadi Logo Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN 2023 (foresteract.com)
6 Keunikan Maleo Senkawor Burung Endemik Khas Sulawesi yang Jadi Logo Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN 2023 (foresteract.com)

Terpantau.com - Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 berlangsung di Labuan Bajo dan logo pun telah dirilis. Salah satu unsur dalam logo itu adalah burung endemik khas Sulawesi yang disebut burung Maleo Senkawor yang mempunyai beberapa keunikan.

Burung Maleo Senkawor mempunyai beberapa keunikan dan burung endemik khas Sulawesi ini dipilih menjadi salah satu unsur dalam logo Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 di Labuan Bajo.

Keunikan burung Maleo Senkawor yang menjadi logo dalam Konferensi Tingkat Tinggi KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 di Labuan Bajo ini selain burung endemik khas Sulawesi ada keunikan lain yang tidak dimiliki burung-burung lain.

Baca Juga: Novel Penagraf Ivy Bagian IV Get Married, 'Diaz-ku Yang Sekarang Tetap Diaz-ku Yang Dulu'

Maleo Senkawor atau Maleo atau yang disebut Panua oleh masyarakat Gorontalo memiliki nama ilmiah Macrocephalon maleo.

Maleo Senkawor  adalah sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55 cm dengan berta mencapai 1,5 kg dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon

Burung ini memiliki bulu berwarna hitam dan coklat kemerahan pada kepala dan leher. Jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa, meskipun jantan biasanya memiliki ekor yang lebih panjang dan mempunyai suara yang lebih keras.

Baca Juga: 12 Contoh Soal TO Try Out Tes Skolastik SNBT UTBK 2023 Lengkap Dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Berikut beberapa fakta keunikan dari burung Maleo Senkawor.

1. Mempunyai Umur Panjang

Walau belum diketahui secara pasti seberapa panjang umur Maleo Senkawor yang hidup alami, namun pernah ada satu ekor maleo yang dipelihara hidup hidup lebih dari 44 tahun.

IUCN atau International Union for Conservation of Nature (IUCN) yaitu suatu gabungan keanggotaan unik yang terdiri dari organisasi pemerintah dan organisasi masyarakat sosial memperkirakan panjang hidup satu generasi adalah sekitar 16 tahun. ini keunikan tersendiri.

2. Tidak Mengerami Telurnya

Burung Maleo Senkawor mempunyai keunikan untuk menetaskan telur di tempat yang tidak biasa.  Telur-telur burung Maleo Senkawor ini tidak dierami induknya tetapi ditimbun di bawah pasir yang dipanaskan oleh sinar matahari atau air panas yang berasal dari sumber air panas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X