internasional

Populasi China Menyusut Dalam Enam Dekade

Rabu, 18 Januari 2023 | 06:10 WIB
Populasi Cina Menyusut Dalam Enam Dekade (Joseph Chan Via Unsplash)

Terpantau.com – Untuk pertamakalinya lebih dari enam dekade, China mencatat penyusutan jumlah populasi.

Penyusutan jumlah populasi di China menurut Biro Statistik Nasional pada Selasa (17/1/2023) tidak termasuk Hong Kong, Makau dan Taiwan mencapai 1.411,75 juta pada akhir 2022, turun 850.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara usia tenaga kerja semakin bertambah sedangkan tingkat kelahiran turun ke rekor terendah.

Beban negara akan semakin bertambah dan menghambat pertumbuhan ekonomi seiring lemahnya pertumbuhan populasi China, menurut para analis.

Baca Juga: 7 Kudapan Manis Khas Tahun Baru Imlek Yang Dipercaya Membawa Berkah

Terakhir kali populasi China menurun adalah pada tahun 1960, ketika Beijing berjuang melawan kelaparan yang disebabkan oleh kebijakan pertanian Mao Zedong yang dikenal sebagai Lompatan Jauh ke Depan.

China mengakhiri kebijakan satu anak yang diberlakukan sejak 1980-an pada 2016. Kemudian pada 2021, pemerintah mulai mengizinkan pasangan untuk memiliki tiga anak.

Data resmi dari Biro Statistik Nasional menunjukkan, ekonomi China tumbuh 3,0 persen pada tahun 2022, menjadi salah satu yang terlemah dalam 40 tahun terakhir. Biro Statistik Nasional pada Selasa (17/1) melaporkan penurunan jumlah populasi pada tahun lalu.

Posisi negara Asia Timur itu sebagai negara terpadat di dunia diperkirakan telah diambil alih oleh India karena sebagian masyarakat China telah menua dengan cepat.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan populasi India yang mencapai sebesar 1.412 juta pada 2022, seperti diperkirakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tingkat kelahiran di China pada 2022 turun menjadi 6,77 per 1.000 orang, yakni turun dari angka 7,52 pada tahun sebelumnya.

Angka kelahiran di China mencapai rekor terendah baru sejak 1949 ketika Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat China, yang dipimpin Komunis.

Populasi China telah menua dan sebagian besar karena "kebijakan satu anak" yang mulai diterapkan pada 1979.

Namun, kebijakan tersebut dibatalkan di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping pada 2016 karena berkembang kekhawatiran bahwa populasi yang menua dengan cepat akan menghambat ekspansi ekonomi China. ***

Tags

Terkini