Terpantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih terus mengingatkan pemerintah dan masyarakat di pelbagai provinsi di Indonesia untuk mewaspadai hujan lebat yang dapat memicu banjir. Terlebih pada dua puncak musim hujan periode ini, yang diprediksi berlangsung pada Desember 2022 dan Januari 2023.
BMKG memprediksi musim penghujan periode ini akan berlangsung hingga enam bulan mendatang. Puncaknya pada Desember 2022 dan Januari 2023. Peringatan kewaspadaan dikhususkan bagi masyarakat yang tinggal di bantaran dan lembah sungai serta kaki-kaki perbukitan.
Baca juga: Imbas La Nina Tripple Dip, Waspadai 5 penyakit pada Musim Hujan
Peringatan berlaku di 30 dari 34 perovinsi di Indonesia. Masing-masing adalah Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.
Demikian juga dengan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua dan Papua Barat.
Plt. Deputi Klimatologi BMKG, Dodo Gunawan juga mengingatkan potensi kemunculan penyakit tertntu sepanjang musim hujan kali ini. “Genangan air dan perubahan suku lingkungan yang drastis dapat menurunkan daya tahan tubuh,” katanya seperti dilansir dari laman BMKG.
Kondisi ini dapat memicu seseorang terserang beberapa penyakit, seperti “influenza, demam berdarah, diare, infeksi saluran pernapasan akut hingga [infeksi bakteri] leptospirosis.”
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang TInggi Selat Sunda dan Aceh
BMKG Kolaborasi Dengan NOAA, Antisipasi Dahsyatnya Arus Perubahan Iklim