Gempa Cianjur, BNPB Terjunkan Tim Reaksi Cepat dan Distribusikan Bantuan Logistik

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Selasa, 22 November 2022 | 08:19 WIB
BNPB menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan melakukan distribusi bantuan logistik ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pasca gempa Cianjur (bnpb.go.id)
BNPB menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan melakukan distribusi bantuan logistik ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pasca gempa Cianjur (bnpb.go.id)

Terpantau.com Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan melakukan distribusi bantuan logistik ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pasca gempa Cianjur berkekuatan 5,6 skala richter yang terjadi Senin (21/11/2022). 

Pada Senin malam, BNPB mengupayakan adanya tenda pengungsi sebanyak 47 unit untuk mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. 

Berdasarkan data dari call center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur per Senin (21/11/2022) pukul 21.00 WIB, terdapat 162 korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi pada kemarin siang. Sementara itu, terdapat 326 korban luka berat/ringan, 2.345 rumah rusak berat, dan tak kurang dari 13.400 orang mengungsi karena gempa Cianjur masih terasa.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: Bantuan dan Pencarian Korban Bencana Berpusat di Pendopo Bupati

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan pemerintah akan memberikan bantuan bagi rehabilitas rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” kata Suharyanto melalui siaran pers.

Baca Juga: Jusuf Kalla Instruksikan PMI Perkuat Kolaborasi dalam Menangani Korban Gempa Cianjur

BNPB mendistribusikan bantuan logistik bencana berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp 500 juta. 

Kepala BNPB mengimbau masyarakat yang rumahnya terdampak gempa untuk mengungsi di tempat pengungsian yang telah disiapkan. 

Suharyanto berharap seluruh elemen masyarakat maupun pemangku kebijakan terlibat dalam upaya penanganan bencana.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terjadinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X