Jelang Musim Liburan, Pemerintah Lakukan Uji Beban Jembatan Kaca Seruni Point di Bromo-Tengger-Semeru

photo author
Kurniasih Budi, Terpantau
- Senin, 19 Desember 2022 | 13:44 WIB
Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru (pu.go.id)
Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru (pu.go.id)

Terpantau.com Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo - Tengger - Semeru, Jawa Timur. 

Saat ini tengah dilakukan uji beban (loading test) pada Jembatan Kaca Seruni Point (prototype) untuk menguji performa struktur dan keamanan jembatan, sehingga memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan setelah dioperasikan nanti. 

Kehadiran jembatan kaca ini menjadi destinasi wisata adrenalin yang menghubungkan Terminal Wisata Seruni Point dengan Shuttle Area dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru.

Dengan demikian jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke KSPN Bromo - Tengger - Semeru.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Kunjungan Wisata Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan perumahan melalui rencana induk pembangunan infrastruktur. 

Jembatan Kaca

Jembatan Kaca Seruni Point membentang sepanjang 120 meter berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter.

Jembatan ini tergolong sebagai jembatan gantung pejalan kaki (kabel gantung) dengan struktur lantai/dek berupa kaca pengaman berlapis (laminated glass) setebal masing-masing 12 mm dan direkatkan menggunakan lapisan vinyl interlayer. 

Kepala Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR Fahmi Aldiamar mengatakan uji beban (loading test) pada Jembatan Kaca Seruni Point dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen untuk mendapatkan data performa struktur dan kawat-kawat baja pada jembatan selebar 1,8 meter dan 3 meter ini. 

Baca Juga: Uji Adrenalin! Ini Dia 3 Objek Wisata Alam Jembatan Gantung Di Bandung

Salah satu instrumen yang digunakan yaitu Total Station (TS) untuk mengukur displacement atau pergeseran titik ukur saat jembatan melewati beban manusia.

Loading test jembatan kaca dilakukan menggunakan karung berisi pasir seberat 70 kg atau merepresentasikan berat satu orang dewasa. 

Karung-karung tersebut diletakkan di lantai jembatan dengan jarak masing-masing 75 cm dengan berat total 7 ton atau setara dengan 100 orang. Berat tersebut hanya sepuluh persen dari desain daya tahan jembatan.

“Siklus dalam melakukan uji beban jembatan kaca, pertama dilakukan dengan berat beban 0%. Kedua, pengujian dengan menggunakan berat beban 50%, ketiga dilakukan pengujian dengan berat beban 100%. Selanjutnya dilakukan pengujian kembali dengan berat beban 50% dan yang terakhir pengujian dengan berat beban 0%," kata Fahmi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Kurniasih Budi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X