Sulit Normalisasi Harga Minyak Goreng, Mendag Minta Maaf

photo author
Tasia Wulandari, Terpantau
- Kamis, 17 Maret 2022 | 19:47 WIB
         Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.                        (kemendag.go.id)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (kemendag.go.id)

TERPANTAU - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta maaf karena belum mampu menormalisasi harga minyak goreng. Permintaan maafnya disertai pernyataan akan keberadaan mafia minyak goreng yang, menurut Lutfi, telah mengambil keuntungan pribadi dan membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini tak bisa menurunkan harga minyak goreng di pasaran.

"Dengan permohonan maaf, [saya menyampaikan] Kemendag tidak dapat mengontrol [harga minyak goreng] karena ini [berkaitan dengan] sifat manusia yang rakus dan jahat," ujarnya saat Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada kamis (17/3) seperti dikutip dari Kompas.com. Keyakinan Lutfi akan keberadaan mafia minyak goreng dipicu harga komoditas tersebut yang tak kunjung kembali normal meski pemerintah sudah menetapkan kebijakan terbaru harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan. 

Baca juga: Pemerintah Cabut Aturan HET Minyak Goreng Kemasan

Ia mengaku Kemendag memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng. Itulah mengapa ia meminta bantuan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk menindak mafia dan para spekulan minyak goreng. "Sementara ini kami punya datanya dan sedang diperiksa oleh kepolisian Satgas Pangan. Tetapi keadaannya sudah sangat kritis oleh ketegangan," ucapnya.

Menurut Mendag, seharusnya kebutuhan minyak goreng bisa teroenuhi untuk semua kalangan masyarakat pada setiap bulannya. Kenyataannya, minyak goreng masih saja langka dan harganya tak sesuai dengan HET. Lutfi bahkan turun langsung ke pasar-pasar dan, katanya, ia masih mendapati stok minyak goreng yang langka. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Tags

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X