Lebih lanjut, kata panas di sini bukan hanya terkait teriknya matahari namun juga secara metaforik (kiasan). Karena pada hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan, atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa.
Sementara, menurut Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa,
"Dinamakan bulan Ramadhan karena ia mengugurkan (membakar) dosa-dosa dengan amal saleh."
Mengenai asal usul penamaan Ramadhan bermula dari penggunaan kalender Hijriyah pada Tahun 412 Masehi. Ketika itu terjadi konvensi petinggi lintas suku dan kabilah bangsa Arab di Makkah pada masa Kilab bin Murrah (kakek Nabi Muhammad SAW ke-6). Mereka berkumpul untuk menentukan nama-nama bulan agar terjadi kesamaan, sehingga memudahkan mereka dalam urusan perdagangan.
Dari perkumpulan itu, muncullah 12 nama bulan yaitu: (1) Muharram (2) Shafar (3) Rabi'al-Awwal (4) Rabi'al-Tsani (5) Jumadal Ula (6) Jumadal Tsaniyah (7) Rajab (8) Sya'ban (9) Ramadhan (10) Syawwal (11) Dzulqa'dah (12) Dzulhijjah.
Kala itu, penomoran bulan belum ada karena orang-orang Arab terdahulu tidak tahu bulan apa yang pertama. Munculnya penomoran bulan Hijriyah setelah adanya kebijakan Khalifah Umar bin Khathab yang mengeluarkan perintah untuk membuat kalender Islam. Akhirnya bulan Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama kalender Islam yang kita kenal dengan kalender Hijriyah.
Bulan Ramadhan Tersemat dalam Surat Al-Qur’an
Definisi bulan Ramadhan sendiri disampaikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 dalam Quran menyatakan:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah:185)
Selain itu, dalam hadits juga dijelaskan terkait keistimewaan bulan Ramadhan yang menjadi bulan diturunkannya semua kitab suci. Mulai dari Suhuf Ibrahim, Taurat, Mazmur, Injil, dan Al-Qur’an masing-masing diturunkan pada tanggal 1, 6, 12, 13, dan 24 Ramadhan. Bahkan, Al-Qur’an pertama kali diwahyukan kepada Muhammad pada malam lailatulqadar yang merupakan salah satu dari lima malam dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Baca Juga: Tradisi Meugang di Aceh, Sambut Bulan Suci Ramadhan dengan Memasak Daging
Sejarah Bulan Ramadhan
Dikutip dari buku berjudul Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan agung yang mempunyai sejarah tersendiri dalam sejarah dunia. Ramadhan tidak hanya menyaksikan sebuah peristiwa Perang Badar (2 H) yang mempunyai pengaruh terhadap eksisnya para Muslimin pertama saja, melainkan yang lebih urgent ialah terdapatnya malam lailatul qadar, malam diturunkannya wahyu Al-Qur'an pertama kali.
Artikel Terkait
Sambut Ramadhan 2023, Berikut Amalan Utama Menyambut Bulan Puasa
Tips Tetap Fokus dan Produktif saat Berpuasa di Bulan Ramadhan
Jelang Bulan Suci Ramadhan 1444 H, Dewan Masjid Indonesia Mengeluarkan Surat Edaran untuk Masjid dan Mushalla
Sambut Ramadhan, 9 Lagu Religi Ini Siap Menemani Kamu Berpuasa, Wajib Masuk Playlist Musik Kamu!
10 Kegiatan Ramadhan Sehari-Hari yang Bermanfaat dan Berkesan, Mengikuti Kajian Online Salah Satunya
Keunikan Ramadhan! Hanya Di Burj Khalifa, yang Punya 3 Zona Waktu Buka Puasa Berbeda
Inilah 10 Kegiatan Unik di Bulan Puasa yang Paling Berkesan dan Dirindukan Selama Ramadhan
Makna Bulan Ramadhan bagi Umat Muslim yang Perlu Diketahui, Melatih Kesabaran dan Penuh Ampunan Dosa