Sekilas Tentang Paradigma Pedagogi Ignatian : Welcome Merdeka Belajar!

photo author
Tim Terpantau 03, Terpantau
- Minggu, 21 Agustus 2022 | 20:05 WIB
Spiritualitas Santo Ignatius Loyola Dalam Dunia Pendidikan Saat Ini /  Wikipedia
Spiritualitas Santo Ignatius Loyola Dalam Dunia Pendidikan Saat Ini / Wikipedia

Terpantau.com - Akhir-akhir ini isu tentang merdeka belajar yang digaungkan Mas Menteri Nadiem demikian santer terdengar. Merdeka belajar merupakan kurikulum mbaru yang diterapkan dalam dunia Pendidikan Indonesia saat ini oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ajaran baru ini.

Seluruh sekolah baik yang dikelola oleh negeri maupun swasta sudah mulai mengikuti perubahan dalam penerapan kurikulum merdeka belajara meskipun masih bertahap.

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulm yang di desain sedemikian rupa untuk menanggapi tantangan global yang sudah di depan mata bagi anak-anak peserta didik khususnya di Indonesia agar tidak tertinggal dengan negara-negara di dunia. Seperti kita k etahui pendidikan Indonesia sangat tertinggal dan SDM di Indonesia harus bisa bersaing di erapenuh teknologi 5.0. 

Selain itu kurikulum merdeka belajar juga menitikberatkan beberapa aspek yang akan ditonjolkan ke peserta didik yaitu : Kreatifitas, Kolaborasi, Komunikasi, Karakter dan Berpikir Kritis. 

Terkait dengan hal itu, isu lain yang muncul adalah Paradigma Pedagogi Ignatian (PPI) yang diterapkan di beberapa sekolah Katholik khususnya dibawah naungan ordo Serikat Jesuit.

Paradigma Pedagogi Ignatian adalah cara berpikir dan bertindak yang menyaturagakan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam setiap materi ajar. Paradigma yang reflektif.  

Para siswa tidak hanya difasilitasi mengetahui materi ajar saja, tetapi juga untuk menemukan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi ajar.

Pedagogi Ignatian ini melekat dengan Jesuit.

PPI lebih banyak condong dengan tipe pendidikan dari Universitas Paris karena Serikat Jesus didirikan oleh sekelompok mahasiswa pasca sarjana dari Universitas Paris, yang merupakan teman Ignatius Loyola.

Mereka bersumpah untuk melanjutkan persahabatan mereka setelah mereka selesai studi, hidup dalam kemiskinan sesuai Injil.dan  pergi mengemban perutusan di Yerusalem atau  untuk pergi ke mana pun juga tanpa bertanya, menaati perintah Paus

PPI sebenarnya suatu pedagogi pembelajaran yang diambil alih dari suatu proses pendampingan retret pribadi, yaitu relasi antara orang yang retret, pembimbing retret, dan Tuhan sendiri.

PPI adalah bukanlah sekedar metode pembelajaran. Suatu pedagogi, berarti merupakan suatu pendekatan, suatu cara dosen mendampingi mahasiswa sehingga siswa/mahasiswa berkembang menjadi pribadi yang utuh. Maka di dalamnya ada visi dan tujuan: nantinya siswa/mahasiswa akan dibantu menjadi manusia seperti apa.

PPI mempunyai dinamika sebagai berikut: (1) konteks, (2) pengalaman, (3) refleksi, (4) aksi, dan (5) evaluasi.

Oleh sebab itu PPI ini merupakan metode yang sangat berkesinambung dan sejalan dengan visi kurikulum merdeka belajar yang saat ini diterapkan, bahkan sudah berjalan sangat lama di sekolah khatolik ini.  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tasia Wulandari

Sumber: Webinar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X