• Selasa, 6 Desember 2022

Memaknai Kembali Kesaktian Pancasila

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 22:20 WIB
Ilustrasi lambang negara Garuda Pancasila. (Foto: freepik)
Ilustrasi lambang negara Garuda Pancasila. (Foto: freepik)

Terpantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kesekian kalinya menjadi inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2022).

Lima puluh tujuh tahun sudah terentang jarak waktu dengan peristiwa 30 September-1 Oktober 1965.

Peristiwa yang juga dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S) ini kerap dimaknai sebagai salah satu tragedi terkelam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Peristiwa yang terjadi pada malam hingga dini hari, antara 30 September hingga 1 Oktober 1965 harus mengorbankan putra-putra terbaik bangsa.

Enam Jenderal, satu perwira pertama TNI, dan seorang personel polisi di Jakarta, serta dua perwira TNI di Yoyakarta menjadi korban peristiwa G30S.

Peristiwa G30S itu kemudian berdampak lebih luas yang diikuti dengan penangkapan serta penghukuman (tidak semua melalui proses hukum di pengadilan) secara masif.

Situasi pasca peristiwa G30S tahun 1965, penangkapan simpatisan Partai Komunis Indonesia oleh pemerintah. (Perpustakaan Nasional RI)

Seluruh anggota serta simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan organisasi yang terafiliasi partai tersebut di seluruh wilayah nusantara, dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa G30S.

Mereka yang dituding terlibat kemudian ditahan di berbagai rumah tahanan atau kamp inrehab di berbagai wilayah Indonesia hingga ke Pulau Buru di kepulauan Maluku sebagai tahanan politik atau tapol.

Halaman:

Editor: Ajoe Dhani

Tags

Terkini

Gramatika vs SEO, Para Konten Kreator Wajib Pahami!

Sabtu, 3 Desember 2022 | 19:47 WIB

5 Perayaan Natal Terunik Yang Hanya Ada Di Indonesia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 16:30 WIB

Yuk Kenali Kepribadian Kamu Dari Mie Instan Favoritmu

Jumat, 2 Desember 2022 | 16:10 WIB
X