Memaknai Kembali Kesaktian Pancasila

photo author
Ajoe Dhani, Terpantau
- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 22:20 WIB
Ilustrasi lambang negara Garuda Pancasila. (Foto: freepik)
Ilustrasi lambang negara Garuda Pancasila. (Foto: freepik)

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, JASMERAH ucap Bung Karno dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966.

Memaknai Kesaktian Pancasila tentunya tak terlepas dari mengetahui dan memahami latar belakang di balik mengapa Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober.

Sebagai bangsa kita tentu tidak menginginkan peringatan Kesaktian Pancasila hanya menjadi hari seremonial belaka.

Bagaimana memaknai Pancasila yang kerap dihantam & dirongrong berbagai gelombang pemberontakan ataupun penolakan atas dasar perbedaan ideologi, kepentingan golongan dan kelompok, namun tetap hadir sebagai pegangan dasar negara, itulah yang semestinya dilakukan.

Mungkin hari ini terdengar ‘cliché menyebut Pancasila sebagai falsafah pedoman bangsa.

Namun haruslah disadari, Pancasila disebut “sakti” karena keberadaan kita sebagai bangsa yang masih menganggap perlu kehadirannya, mempraktikkan nilai-nilainya sebagai perekat di tengah keberagaman. 

Hari ini kita tentu tak ingin Pancasila kembali dijadikan "tameng" untuk kepentingan politik penguasa.

Berbeda pendapat dengan kebijakan pemerintah atau rezim yang tengah berkuasa, lantas serta-merta dicap atau mendapat stigma anti-Pancasila, sebagaimana 32 tahun Pancasila pernah dijadikan ‘buldozer’ pemerintahan Orde Baru untuk memberangus demokrasi demi melanggengkan kekuasaan tentu tak ingin kita ulangi.

Sudah bukan eranya Pancasila hanya lantang digaungkan dalam kantor-kantor pemerintah, ruang-ruang penataran, kelas, kampus atau pun berbagai seminar serta diskusi, namun senyap di tengah masyarakat, absen di jalanan bahkan tak tercermin dalam perilaku para pejabat dan aparat penyelenggara negara.

Pancasila bukanlah sekedar hapal kelima sila dengan lantang di mulut, namun harus menyatu dan nyata terlihat dalam perilaku kita di tengah kemajemukan hidup berbangsa dan bernegara jika ingin kesaktiannya tetap memiliki makna.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ajoe Dhani

Tags

Rekomendasi

Terkini

X