Terpantau.com – Banyak sekali bangunan wihara atau klenteng di Indonesia. Semua wihara atau klenteng itu mempunyai kisahnya sendiri-sendiri.
Mungkin agak sukar membedakakan antara wihara dan klenteng karena adanya alasan politis dimasa lalu. Wihara adalah rumah ibadah agama Buddha, bisa juga dinamakan kuil. Klenteng adalah rumah ibadah penganut taoisme, maupun konfuciusisme.
Karena di Indonesia, kebanyakan yang pergi ke Wihara/kuil/klenteng umumnya adalah etnis Tionghoa, maka menjadi agak sulit untuk dibedakan, karena umumnya sudah terjadi sinkritisme antara Buddhisme, Taoisme, dan Konfuciusisme.
Baca Juga: Novel Penagraf Ivy, 'Jangan Kau Pakai Lipstick Itu Dulu'
Kali ini mari ceritakan tentang Wihara atau Klenteng Kong Hwie Kiong, Kebumen.
Klenteng yang ada sekarang adalah klenteng yang telah dipugar padatahun 1969. Tokoh yang melakukan pemugaran klenteng tersebut adalah seorang keturunan Tionghoa bernama Lie Nyien Fong.
Awalnya Klenteng Kong Hwie Kiong dibangun pada tahun 1898 oleh seorang petugas pengumpul pajak atau kong sin yang berpangkat letnan bernama Liem Kik Gwan.
Namun seiring perjalanan waktu dengan perkembangan sejarah masyarakat Indonesia dan Kebumen tentunya yang dilanda peperangan dengan Belanda, maka klenteng ini pun terbengkalai.
Beberapa bagian dari klenteng runtuh dan hanya menyisakan beberapa tembok yang masih bertahan sampai sekarang.
Baca Juga: Yuk! Kenali Kebumen, Pohon Kelapa Genjah Entok, Ikon Flora Kebumen Yang Banyak Manfaatnya
Di klenteng Kong Hwie Kiong yang sudah berumur 122 tahun ini tiga umat beragama yakni Budha, Konghucu, dan Taoisme, sehingga tempat itu biasa disebut sebagai tempat ibadah Tri Dharma.
Terdapat 15 altar dan 25 patung dewa-dewi atau rupang.
Sinbeng yang menjadi tuan rumah di klenteng Kong Hwie Kiong adalah Thian Shang Senmu atau Dewi Samudera.
Dewi Thian Shang Senmu atau Dewi Samudera menjadi tuan rumah dikarenakan keberadaan Klenteng ini berdekatan dengan pesisir pantai.
Artikel Terkait
Petak Enam, Compound Cafe Nongkrong di Glodok Ngehits Instgramable, Ayo Kesana!
Wisata Religi: Gereja Santa Maria de Fatima, Toasebio Glodok Dengan Arsitektur dan Ornamen China yang Unik
Jelajah Bangunan Wihara atau Klenteng Di Indonesia: Toasebio, Glodok Jakarta Barat (Part 1)