Dekati Rekor Terlemah, Pakar: Rupiah Tertekan Arus Global

photo author
Ardy Kurnia Putra, Terpantau
- Selasa, 10 Maret 2026 | 02:29 WIB
Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

Ia melihat kombinasi kebijakan intervensi pasar, pelonggaran makroprudensial, serta koordinasi dengan pemerintah merupakan pendekatan yang relatif seimbang antara menjaga stabilitas dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, Noviardi mengingatkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. 

Dimana, sejumlah proyeksi pasar memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS hingga akhir Maret jika sentimen global belum membaik.

Baca Juga: Gejolak Global, Pakar Ingatkan RI Perkuat Ketahanan Ekonomi

Karena itu, ia menilai fokus kebijakan ke depan tidak hanya pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan ekspor bernilai tambah, pengendalian inflasi impor, serta pendalaman pasar keuangan domestik.

“Ketahanan rupiah pada akhirnya ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi. Jika ekspor kuat, inflasi terkendali, dan arus modal tetap terjaga, tekanan terhadap rupiah masih bisa dikelola,” jelasnya.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar menjadi penting menjelang momentum perayaan Idul Fitri tahun ini, sebab pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor bahan pangan dan energi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Juga: Nasrullah Larada Yakin Koperasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Yang jelas, kata dia, koordinasi yang kuat antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga inflasi pada kisaran target 2,5±1 persen serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Jika kondisi global mulai stabil dan kebijakan domestik tetap konsisten, rupiah masih memiliki peluang untuk kembali menguat dalam jangka menengah,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ardy Kurnia Putra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Harga Minyak Melejit, APBN 2026 Terancam Jebol

Senin, 30 Maret 2026 | 11:38 WIB
X