Ia melihat kombinasi kebijakan intervensi pasar, pelonggaran makroprudensial, serta koordinasi dengan pemerintah merupakan pendekatan yang relatif seimbang antara menjaga stabilitas dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Namun demikian, Noviardi mengingatkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Dimana, sejumlah proyeksi pasar memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS hingga akhir Maret jika sentimen global belum membaik.
Baca Juga: Gejolak Global, Pakar Ingatkan RI Perkuat Ketahanan Ekonomi
Karena itu, ia menilai fokus kebijakan ke depan tidak hanya pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi melalui peningkatan ekspor bernilai tambah, pengendalian inflasi impor, serta pendalaman pasar keuangan domestik.
“Ketahanan rupiah pada akhirnya ditentukan oleh kekuatan fundamental ekonomi. Jika ekspor kuat, inflasi terkendali, dan arus modal tetap terjaga, tekanan terhadap rupiah masih bisa dikelola,” jelasnya.
Menurutnya, stabilitas nilai tukar menjadi penting menjelang momentum perayaan Idul Fitri tahun ini, sebab pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor bahan pangan dan energi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Baca Juga: Nasrullah Larada Yakin Koperasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Yang jelas, kata dia, koordinasi yang kuat antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga inflasi pada kisaran target 2,5±1 persen serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Jika kondisi global mulai stabil dan kebijakan domestik tetap konsisten, rupiah masih memiliki peluang untuk kembali menguat dalam jangka menengah,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Gejolak Global, Pakar Ingatkan RI Perkuat Ketahanan Ekonomi
Nasrullah Larada Yakin Koperasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
IHSG Terjepit, Analis: Koreksi Saat Ini Buka Peluang
Buruan, KAI adakan 'Flash Sale' Tiket Mudik Murah Sore Ini
Gelar Buka Puasa Bersama, Gus Miftah Ajak Ribuan Anak Yatim Doakan Prabowo
Pengamat: Seskab Teddy Hadir Sebagai Perspektif Presiden
Boy Thohir Ungkap Momen Kebersamaan dengan 1.000 Anak Yatim
Ekonom Usul Pemerintah Batalkan Perjanjian Dagang RI-AS
Harga Minyak Dunia Melejit, Ekonom Ingatkan Tekanan Fiskal
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis