Karena itu, stabilitas ekonomi dalam negeri harus dijaga melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan.
“Indonesia jangan hanya menjadi penonton. Momentum ini harus dijadikan alasan untuk mempercepat hilirisasi, memperkuat industri domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi,” katanya.
Baca Juga: Jalur Strategis di Kota Jambi Ancam Kesehatan dan Keselamatan
Ia menambahkan, daerah-daerah seperti Jambi dan lainnya juga perlu mulai membangun ekonomi yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada komoditas primer.
Menurutnya, jika harga energi dan logistik naik, daerah berbasis sawit, batu bara, dan karet akan ikut terkena dampak karena biaya produksi dan distribusi meningkat.
“Ke depan, daerah harus memperkuat sektor hilir, UMKM, pangan, dan industri pengolahan agar lebih tahan terhadap guncangan global. Ketika ekonomi dunia terguncang, daerah yang memiliki basis ekonomi kuat akan lebih cepat bertahan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Diduga Hilang Kendali, Mobil Berisi 1 Keluarga Terperosok ke Jurang
Pemilik Motor Terbakar dan Pihak SPBU Sriwijaya Berakhir Damai
Bukan Petugas SPBU, Aksi Satpam BRI Gercep Bantu Kebakaran Minibus
Kronologi Insiden Jebolnya Atap Bandara Soekarno-Hatta
Jalur Strategis di Kota Jambi Ancam Kesehatan dan Keselamatan
Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Kronologi Insiden Kereta Api Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu
Geger Nelayan Temukan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan
Korban Pelecehan jadi Tersangka, Dijerat UU ITE karena Akses HP Pelaku
Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan', Ini Cerita Penerima Manfaatnya